Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri BUMN Erick Thohir

Menteri BUMN Erick Thohir

Erick: Penetrasi Rendah, Perbankan Syariah Harus Diintervensi

Jumat, 22 Januari 2021 | 17:30 WIB
Nasori

JAKARTA, investor.id – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyatakan, penetrasi pasar perbankan syariah nasional hingga kini masih sangat rendah yaitu hanya 4,1%. Angka ini jauh di bawah negara tetangga Malaysia yang telah memiliki penetrasi pasar perbankan syariah hingga 28,9%. Indonesia pun masih kalah dari Turki yang memiliki penetrasi hingga 6,1% serta Yordania hingga 16,4%.

Menurut Erick, diperlukan keberpihakan bahkan intervensi dari pemerintah agar sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki penetrasi pasar perbankan syariah yang besar pula. Apalagi, peluang tersebut terbuka sangat lebar dengan pergeseran minat penduduk Indonesia terhadap kehidupan syariah yang mulai terjadi sejak 2016.

“Ini yang saya rasa harus menjadi fokus bagaimana opsi dari ekonomi syariah ini menjadi opsional yang harus menjadi prioritas. Tentu kami harus melakukan intervensi agar ada keberpihakan yang lebih baik,” ujar dia saat menjadi pembicara kunci pada acara 7th Indonesia Islamic Economic Forum (IIEF) dengan tema "Peran Lembaga Keuangan Syariah dan Sovereign Wealth Fund dalam Pemerataan Ekonomi Umat”, Jumat (22/1), secara virtual.

Oleh karena itu, lanjut Erick, Kementerian BUMN membuat terobosan dengan rencana merger bank syariah yang ada di Himbara yaitu PT Bank BRIsyariah Tbk, PT BNI Syariah, dan PT Bank Mandiri Syariah. “Bagaimana masing-masing bank ini akan kita refokus, akan kita targetkan menjadi pemain-pemain yang menjadi stabilisator dari pertumbuhan dan keberpihakan kepada ekonomi yang lebih luas, tidak hanya berpangkal kepada sebagian orang saja,” tandas dia.

Erick berharap, hasil penggabungan tiga bank itu bisa membuktikan bahwa Indonesia sebagai negara yang mayoritas penduduknya muslim juga mempunyai bank syariah yang sangat kuat secara fundamental. “Dan alhamdulillah, bila ini berjalan dengan baik, hasil dari merger bank syariah ini langsung masuk ke top 10 (dunia) secara aset. Dengan modal yang insya Allah pada Februari nanti kurang lebih diawali Rp 225 triliun,” ucap Erick.

Ia meyakini, langkah penggabungan tersebut akan menjadi nilai kompetitif untuk bersaing dengan bank-bank lain di dunia. “Dan kami tidak cukup berpuas diri. Kami juga menargetkan, penggabungan bank syariah yang ada di Himbara bisa menjadi pemain dengan size global. Karena itu, sejak awal kami (ingin) tahun 2025 harus masuk top 10 dari bank (syariah) global yang ada di dunia,” pungkas dia.

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN