Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri BUMN Erick Thohir. Foto:IST

Menteri BUMN Erick Thohir. Foto:IST

Erick Perkirakan Baru Temukan Vaksin Tahun Depan

Triyan Pangastuti, Rabu, 27 Mei 2020 | 05:19 WIB

JAKARTA, investor.id  - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memperkirakan, vaksin virus corona baru (Covid-19) akan ditemukan pada kuartal I hingga IV-2021. BUMN sendiri terus melakukan pengkajian dalam beberapa bulan terakhir untuk menemukan vaksin, termasuk bekerja sama dengan Menteri Kesehatan,BPPT, dan lembaga lainnya untuk membuat vaksin.

“Jangan jadi pressure, tapi kemungkinan kalau menemukan vaksin, itu mungkin kuartal I hingga IV-2021,” ujar Erick dalam acara webinar, Selasa (26/5).

Ia mengatakan, dalam penanganan Covid-19 di lingkungan BUMN dilakukan melalui pendekatan trace (lacak), test (uji), dan treat (penanganan) atau 3T, dan vaksin masuk dalam kategori treat atau penanganan.

Pertama, untuk tahap trace atau lacak, BUMN Telekomunikasi telah mengembangkan aplikasi Peduli Lindungi untuk melacak historis dan pergerakan serta pembatasan isolasi.

“Aplikasi ini sudah diunduh sebanyak 3,7 juta kali,”ujarnya.

Kedua, tahap test (uji), BUMN sudah mendistribusikan mesin PCR ke 18 rumah sakit. Dalam catatannya sejumlah 10 ribu lebih tes telah dilakukan (kapasitas mendekati 1000 per hari learning curve).

“Bio Farma bekerja sama dengan BPPT untuk produksi massal RT-PCR Test Kit dengan sensivitas dan validasi tinggi sesuai rekomendasi WHO. Telah diproduksi 50 ribu test kit, dengan tambahan 50 ribu test kit di akhir Mei 2020,” ujarnya.

Kemudian dalam treat atau penanganan, BUMN telah menyiapkan 2.375 tempat tidur untuk penanganan Covid-19. Kemudian Bio Farma telah melakukan kerja sama dengan pihak dalam dan luar negeri untuk memproduksivaksin.

“PT Len dan PT DI telah siap memproduksi ventilator non invasive pada Mei 2020. Estimasi total kapasitas produksi 1.000 hingga 1.250 per minggu, namun sampai saat ini, PT LEN dan PT DI masih menunggu perizinan dari Kemenkes untuk produksi massal secara komersial,” ujarnya.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN