Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri BUMN Erick Thohir. Foto: Photo/Mohammad Defrizal

Menteri BUMN Erick Thohir. Foto: Photo/Mohammad Defrizal

Erick Perkirakan Ekonomi RI Baru Pulih pada Kuartal I-2022

Kamis, 9 Juli 2020 | 12:31 WIB
Nasori

JAKARTA, investor.id – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memperkirakan bahwa pemulihan ekonomi dan bisnis di Indonesia dari keterpurukan akibat pandemi Covid-19 akan berlangsung bertahap dan baru bisa pulih seperti kondisi sebelum pandemi pada kuartal I- 2022.

“Ekonomi kita, sampai akhir tahun ini recovery-nya mungkin 40-60%, tahun depan bisa 75% ke atas, dan baru kuartal I-2022 bisa 100% seperti 2019,” ujar Erick saat memberikan sambutan pada acara Pemberian Apresiasi untuk Tenaga Kesehatan oleh Menteri BUMN yang disiarkan secara live streaming, Kamis (9/7).

Kendati demikian, lanjut dia, kondisi tersebut juga sangat ditentukan oleh jenis aktivitas ekonomi dan bisnisnya. Pasalnya, dengan normal baru ini banyak dunia usaha yang berubah pola bisnisnya karena harus beradaptasi. “Hal-hal ini yang harus kita sepakati bahwa karena Covid-19 ini bukan hanya kesehatan yang harus ditangani, tapi ekonomi harus juga ditangani secara bersamaan,” papar dia.

Erick kembali menegaskan bahwa pandemi Covid-19 merupakan situasi yang sulit bahkan tidak bisa dipastikan. Sebagai contoh, negara besar seperti Amerika Serikat pun saat ini lebih dari tiga juta penduduknya telah terinfeksi virus corona baru tersebut dengan korban meninggal telah mencapai hampir 135 ribu jiwa. Bahkan, di Brasil kepala negaranya, yaitu Presiden Jair Bolsonaro, dinyatakan positif Covid-19.

Oleh karena itu, ia menambahkan, situasi pandemi ini merupakan normal baru (new normal) yang suka tidak suka harus dihadapi, selama vaksinnya belum diketemukan. “Saya melihat, vaksin ini belum juga bisa diketemukan dalam waktu pendek. Semoga saya salah. Jika vaksin ini bisa diketemukan pada akhir tahun dan bisa diproduksi, tentu tahun depan bisa ada solusinya,” ucap Erick.

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN