Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri BUMN Erick Thohir. Foto:IST

Menteri BUMN Erick Thohir. Foto:IST

Erick: Semua BUMN Siap Laksanakan Protokol New Normal

Triyan Pangastuti, Jumat, 29 Mei 2020 | 16:27 WIB

JAKARTA, investor.id - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyatakan seluruh BUMN sudah menyampaikan laporan protokol kesiapan pelaksanaan new normal pada Rabu (27/5). Padahal batas pelaporan awal dijadwal pada 25 Mei, namun ternyata ada perusahaan BUMN yang belum siap melaporkannya.

"Meskipun telat yang harusnya tanggal 25 (Mei), mohon maaf tanggal 27 kemarin baru komplet 100% protokol Covid-19," ujar Erick dalam diskusi virtual, Jumat (29/5).

Ia mengatakan bahwa semua BUMN harus mempersiapkan protokol new normal jauh-jauh hari sebelum ada ketentuan pelonggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB), karena masing-masing perusahaan BUMN memiliki protokol yang berbeda.

“Bayangkan, kalau ketika Pak Presiden bilang siapkan protokol tanggal 5 (Mei), kita baru mulai tanggal 26, lalu PSBB dibuka 8 Juni misalnya, kita enggak siap kan, makanya Kementerian sangat keras mengenai hal ini," jelasnya.

Sebelumnaya ia mengatakan kebijakan yang diputuskan harus siap sebelum PSBB dilonggarkan, pasalnya seluruh perusahaaan BUMN di Indonesia juga memiliki protokol kesehatan yang berbeda-beda. Seperti protokol pada BUMN yang bergerak di logistik, bandara dan pelabuhan akan berbeda dengan protokol pada bisnis BUMN di tambang. Oleh karena itu, diperlukaan mapping dari awal.

“Saat ini BUMN kan ada di seluruh Indonesia dan kita gak mungkin nunggu setelah PSBB longgar, maka kita siapin dulu dari awal,”ujarnya.

Lanjutnya, pandemi Corona membuat arus kebiasaan berubah, begitu juga dalam bidang ekonomi.

Oleh karenanya, BUMN juga harus berubah dan menyesuaikan dengan kondisi saat ini. Apalagi  sepertiga kekuatan ekonomi ditopang BUMN,kendati begitu juga  harus tetap mempertimbangkan aspek ekonomi dan kesehatan.

"Karena 1/3 kekuatan ekonomi itu ada di BUMN, tapi kalau hanya mikir ekonomi saja, nggak mikir kesehatan, ya itu salah juga. Karena itu kita keluarkan surat edaran supaya pas masuk kerja, punya protokol kesehatannya," tuturnya.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN