Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Petugas PLN sedang memriksa rutin di Gardu Induk Cengkareng , Jakarta Barat. Foto ilustrasi: IST

Petugas PLN sedang memriksa rutin di Gardu Induk Cengkareng , Jakarta Barat. Foto ilustrasi: IST

Erick Surati Menteri ESDM soal Pasokan Listrik PLN

Jumat, 2 Oktober 2020 | 13:12 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengirim surat kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia terkait PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN.

Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga pun membenarkan adanya surat tersebut, ia mengatakan bahwa surat berkaitan dengan efisiensi di sektor energi.

Ia mengatakan bahwa saat ini PLN memiliki pasokan yang sudah berlebih atau (oversupply), karena itu lebih baik PLN memanfatkan yang sudah ada. Sebaiknya tak perlu ada institusi lagi yang membangun pembangkit listrik baru.

“Karena PLN sudah over supply nagapai kalau tidak memanfaatkan dan juga kalau ada institusi baru apalah namanya itu gak perlu buat pembangkit baru karena oversupplly, sehingga bagus memanfaatkan yang sudah ada. Jadi tujuan Pak Menteri adalah bagaimana memaksimalkan kapasitas PLN yang sudah oversupply ini," ungkap Arya kepada awak media, Kamis (1/10) malam.

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga. Sumber: BSTV
Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga. Sumber: BSTV

Lebih lanjut, dengan mengoptimalkan kapasitas PLN, tanpa harus membuat pembangkit baru, sehingga tidak terjadi pemborosan energi.

“Jadi gak ada pemborosan juga pemborosan energi, kan sayang bikin pembangkit yang baru sementara PLN sendiri mampu memenuhi kebutuhan,” jelasnya.

Kendati begitu, Arya menegaskan bahwa surat tersebut bukan berarti mengartikan bahwa kondisi PLN saat ini dalam kondisi parah, tapi yang (diamati) PLN sudah oversupply.

“Mengenai surat pak Menteri ke ESDM dan BKPM itu memang benar, surat pak Menteri bukan berarti bahwa PLN itu kondisinya parah, tapi yang dilihat pak Menteri adalah karena PLN sudah over supply,” tegasnya.

Adapun surat beredar yang dikutip Investor Daily, Jumat (2/10) memperhatikan kondisi PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) baik kinerja dan operasional maupun keuangan yang terdampak Covid-19, maka diharapkan untuk membantu kinerja PLN.

Pertama untuk mengatasi kondisi kelebihan pasokan pembangkit, maka diperlukan upaya peningkatan demand listrik.

“Kami harapkan dukungan Saudara untuk mendorong pelaku usaha menggunakan listrik yang disediakan PT PLN, antara lain dengan membatasi perizinan izin usaha penyediaan listrik dan captive power,”tutur Erick dalam surat tersebut.

Kemudian penyesuaian RUPTL 2020-2029 dengan mempertimbangkan, kapasitas infrastruktur ketenagalistrikan yang telah atau sedang dibangun, kemudian proyeksi demand, dan terakhir kemampuan pendanaan baik yang bersumber dari APBN maupun keuangan PT PLN.

Di samping itu, Arya juga menegaskan surat itu tak mengartikan bahwa kondisi PLN saat ini sedang berat, melainkan murni untuk mendiskusikan kapasitas listrik PLN.

"Mengenai surat Pak Menteri ke ESDM dan BKPM itu memang benar, surat itu bukan berarti bahwa PLN itu kondisinya parah tapi dilihat Pak Menteri adalah karena PLN sudah oversupply," jelas Arya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN