Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri BUMN Erick Thohir memberikan penjelasan seputar persediaan obat, Senin (26/7/2021). Sumber: BSTV

Menteri BUMN Erick Thohir memberikan penjelasan seputar persediaan obat, Senin (26/7/2021). Sumber: BSTV

Erick Thohir: 1,9 Juta Dosis Vaksin Gotong Royong Sudah Didistribusikan.

Senin, 26 Juli 2021 | 14:57 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id - Menteri BUMN, Erick Thohir mengatakan pemerintah terus berkomitmen untuk mempercepat program vaksinasi gotorng royong. Bahkan hingga saat ini sudah lebih dari 1,9 juta dosis vaksin didustribusikan ke berbagai perusahaan dan badan hukum.

"Dan sudah kita distribusikan 1,9 juta ini untuk vaksin gotong royong, alhamdulilah lancar ini pakai merek Sinopharm,” jelas Erick saat konferensi pers virtual usai rapat terbatas bersama Presiden Jokowi, Senin (26/7).

Adapun vaksinasi gotong royong telah diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 10 Tahun 2021, tentang pelaksanaan vaksinasi dalam rangka penanggulangan pandemi Covid -19.

Lebih lanjut, Erick mencatat sebanyak 5,5 juta dosis vaksin gotong royong telah disiapkan BUMN. Sebanyak 2,6 juta dosis vaksin sedang menunggu rilis dari BPOM, dan 2,9 juta vaksin telah mendapatkan izin penggunaan darurat oleh BPOM.

Erick memastikan, seluruh vaksin yang digunakan dalam program vaksinasi gotong royong merupakan vaksin Sinopharm sehingga tidak sama dengan jenis vaksin pemerintah.

“Jadi kita tidak pakai merk-merk program vaksin pemerintah atau covax atau gavi atau yang di luar 500 ribu sumbangan,” kata Erick.

Sebagai informasi,  vaksin gotong royong diselenggarakan oleh badan usaha atau badan hukum yang bekerja sama dengan pemerintah dan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin).

Dengan demikian, perusahaan atau badan hukum memberikan vaksinasi tersebut ke karyawan secara gratis. Sementara, pembelian vaksin dibayarkan oleh perusahaan atau badan hukum.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN