Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Ist)

Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Ist)

Erick Thohir: Rasio Utang BUMN Turun Jadi 35%

Selasa, 5 Juli 2022 | 07:10 WIB
Zsazya Senorita (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyatakan, rata-rata rasio utang perusahaan-perusahaan pelat merah di Indonesia telah turun menjadi 35% per 2021. Hal ini diiringi lonjakan laba bersih secara konsolidasi yang meroket 869% tahun lalu menjadi Rp 126 triliun, dibandingkan 2020 yang senilai Rp 13 triliun.

“Alhamdulillah, berkat transformasi dengan mengedepankan proses bisnis yang baik, tata kelola perusahaan yang baik (GCG), efisiensi, dan profesional, rasio utang BUMN pada 2021 itu 35% atau turun 4% dari 2020 yang sebesar 39%,” ucap Erick dikutip dari keterangan resminya pada Senin (4/7/2022).

Advertisement

Baca juga: Komisi VI DPR Setujui PMN Rp 73 Triliun untuk 10 BUMN

Erick mengaku, akan terus mendorong rasio utang BUMN terus mengecil hingga tahun-tahun ke depan. Erick mengatakan telah memetakan utang-utang BUMN. Pemetaan dimaksudkan agar utang BUMN benar-benar ditujukan untuk kepentingan bisnis.

"Sekarang kita rapikan yang mana utang-utang produktif dan yang mana utang-utang yang koruptif. Yang koruptif tentu kita sikat," sambung dia.

Baca juga: Pemerintah Didorong Investasi di Nikel Melalui BUMNPemerintah Didorong Investasi di Nikel Melalui BUMN

Usai Rapat Kerja bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta, Senin (4/7/2022), Erick kembali menegaskan komitmennya dalam melakukan transformasi BUMN. Ia menyampaikan, transformasi, baik dari sisi bisnis dan SDM, terbukti memberikan dampak yang signifikan terhadap kinerja BUMN.

“Perbaikan kinerja BUMN tentu memiliki dampak besar bagi masyarakat dan negara. Kalau BUMN tidak sehat, bagaimana mau maksimal berkontribusi,” pungkasnya.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN