Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri BUMN Erick Thohir.

Menteri BUMN Erick Thohir.

Erick Thohir Terus Lakukan Perampingan BUMN

Sabtu, 28 November 2020 | 11:08 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id -  Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan bahwa pihaknya terus melakukan perampingan BUMN dari 142 BUMN menjadi hanya 41 BUMN. Selain itu, dari 27 klaster diciutkan menjadi 12 klaster yang berada di bawah dua wakil menteri BUMN..

“Ini semua berdasarkan value chain. Jadi tidak berdasarkan karena bisnisnya saja, seperti yang kita lihat di industri kesehatan di mana Bio Farma, Kimia Farma Indofarma, dan Rumah Sakit BUMN sudah menjadi satu klaster,” tuturnya dalam rapat koordinasi nasional (rakornas) Percepatan Pengembangan Lima Destinasi Pariwisata uper Prioritas di Jakarta, Jumat (27/11/2020).

Erick Thohir juga mengatakan, pihaknya tengah melakukan pemetaan ulang untuk mendukung keberpihakan pembangunan wisata lokal agar kembali bangkit.

Oleh karena itu, BUMN mendukung percepatan pengembangan lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP).

Daftar BUMN Jasa Pariwisata dan pendukungnya
Daftar BUMN Jasa Pariwisata dan pendukungnya

Ia menjelaskan, sebelum pandemi Covid-19, sebesar 90% wisata dalam negeri didominasi oleh wisatawan lokal dan 10% wisatawan asing.

Erick menegaskan, pemerintah akan melanjutkan pem berian insentif untuk pelaku usaha pariwisata. Pandemi Covid-19 juga dapat dijadikan momentum bagi dunia pari wisata untuk melakukan percepatan digitalisasi sistem.

Pada kesempatan ini, Menteri BUMN Erick Thohir juga mengungkapkan penjajakan kerja sama dengan salah satu per usahaan Jepang, Mistshui& Co Ltd, untuk pembangunan rumah sakit (RS) berstandar internasional di Bali. Bali selama ini sudah dikenal sebagai pusat pariwisata Indonesia, dan akan menjadi nilai tambah menjadi wisata medis.

“Kami punya tanah di Bali 49 hektare, kami ingin upgrade jadi fasilitas turisme. Respons Mitsui dari Jepang sangat bagus. Mitsui selama ini memiliki saham di banyak RS di Asia Tenggara,” kata dia.

Erick menginginkan  RS tersebut tidak memakai merek dari RS yang dimiliki Mitsui & Co di Singapura dan Malaysia, tetapi Indonesia harus menggunakan merek sendiri.

Dengan demikian, ia berharap masyarakat tidak perlu pergi ke luar negeri hanya untuk cek kesehatan, melainkan dapat berobat ke RS internasional di Bali, sehingga menjadi potensi baru health tourism.

Baca juga

https://investor.id/business/presiden-setujui-pembentukan-holding-pariwisata

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN