Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri BUMN Erick Thohir dalam Forum Bisnis Rapat Kerja Nasional (Rakernas)  XVII Hipmi di Kempinski Jakarta, Jumat (5/3).

Menteri BUMN Erick Thohir dalam Forum Bisnis Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVII Hipmi di Kempinski Jakarta, Jumat (5/3).

INDONESIA TIDAK ANTI-PRODUK ASING,

Erick Thohir: Tingkat Kewirausahaan Rendah

Sabtu, 6 Maret 2021 | 13:23 WIB
Sanya Dinda (sanya.susanti@beritasatumedia.com) ,Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

BOGOR, investor.id –  Menteri BUMN, Erick Thohir mengakui bahwa tingkat kewirausahaan atau entrepreneurship Indonesia masih rendah berada di angka 3,47% dari total penduduk. Angka ini jauh lebih kecil dibandingkan tingkat penetrasi kewirausahaan negara negara di kawasan Asia Tenggara.

Angka ini jauh lebih kecil dibandingkan tingkat penetrasi kewirausahaan negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Oleh karena itu, pelaku usaha perlu menggunakan teknologi berbasis tinggi.

Dalam catatannya, rata-rata Negara maju memiliki tingkat entrepreneurship mencapai 14%. Sementara itu, negara-negara di kawasan Asia Tenggara seperti Singapura 8,76%, Malaysia 4,74%, dan Thailand 4,26%.

“Kalau dilihat rata-rata entrepreneurship atau kewirausahaan Indonesia itu masih jauh tertinggal sama Negara Asia, kita bisa melihat bagaimana Thailand, Singapura, Malaysia itu sangat maju. Tapi, kalau kita bandingkan dengan negara-negara besar dunia lebih jauh lagi,” ujar Erick dalam Rapat Kerja Nasional XVII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Tahun 2021 di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (5/3/2021).    

Pembukaan Rakernas Hipmi XVII 2021, Jumat (5/3/2021). Sumber: BSTV
Pembukaan Rakernas Hipmi XVII 2021, Jumat (5/3/2021). Sumber: BSTV

Hal ini justru berbalik dengan penetrasi jumlah perusahaan rintisan atau start-up, Indonesia justru menempati posisi 5 besar dengan jumlah start-up mencapai 2.219, sejalan bonus demografi Indonesia yang didominasi generasi muda.

Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno mengajak pengusaha muda yang tergabung dalam Hipmi membantu program vaksinasi Covid-19 pemerintah.

Neraca perdagangan Indonesia 2010-2021
Neraca perdagangan Indonesia 2010-2021

Alasannya, program vaksinasi pelaku sektor pariwisata dan ekonomi kreatif terkendala oleh ketersediaan data. Karena itu, dia meminta pelaku usaha anggota Hipmi membantu pemerintah terkait pendataan penerima vaksin.

“Jadi, kami bisa membantu vaksinasi sektor pariwisata, tetapi datanya harus terkumpul dahulu. Kalau bisa, ini dibantu oleh Hipmi,” kata Sandiaga dalam Rakernas Hipmi, Jumat (5/3).

Menparekraf Sandiaga Uno. Foto: IST
Menparekraf Sandiaga Uno. Foto: IST

Sandiaga melanjutkan, pendataan juga dibutuhkan untuk menggelontorkan dana hibah pariwisata yang tahun lalu Rp 3,3 triliun. Namun, realisasinya baru 70%.

Dia pun meminta pengusaha muda terlibat dalam pendataan penyaluran hibah supaya lebih tepat sasaran. Demikian pula, kata dia, terkait program sertifikasi cleanliness, healthiness, sustainability, and environment (CHSE) yang penerbitannya masih jauh dari target Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Neraca dagang Indonesia dengan mitra dagang terbesar
Neraca dagang Indonesia dengan mitra dagang terbesar

Pada 2021, dia menargetkan sebanyak 15 ribu sertifikat CHSE bisa terbit. Sandiaga meminta kepada pengusaha muda untuk merangkul pemerintah daerah untuk memperbanyak sertifikasi CHSE guna meyakinkan konsumen bahwa tempat wisata telah aman.

“Dalam jangka pendek, pariwisata akan fokus pada wisata nusantara (wisnus). Selagi kita persiapkan mengatasi Covid-19, wisnus menjadi andalan karena wisatawan mancanegara (wisman) masih belum boleh masuk. Kami juga menyiapkan destinasi pilihan, seperti Bangka Belitung, Wakatobi, Raja Ampat, Morotai dan lain-lain, termasuk Bali, Batam Bintan, juga Jabodetabek dan Joglosemar,” imbuh Sandiaga. (try/jn)

Baca juga

https://investor.id/business/indonesia-tidak-antiproduk-asing

https://investor.id/business/presiden-minta-kl-dan-bumn-perbesar-tkdn

https://investor.id/business/presiden-tolak-barang-impor-tidak-tertib-penuhi-tata-niaga

 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN