Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Listrik PLN. Foto ilustrasi: IST

Listrik PLN. Foto ilustrasi: IST

ESDM Evaluasi Keringanan Tagihan Listrik Pelanggan Non-Subsidi

Senin, 4 Mei 2020 | 19:46 WIB
Rangga Prakoso (rangga.prakoso@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Pemerintah mengevaluasi dampak pandemi Covid-19 terhadap pelanggan listrik rumah tangga non-subsidi daya 900 Volt Ampere (VA) dan 1.300 VA. Keringanan tagihan listrik saat ini diberikan pemerintah bagi pelanggan rumah tangga subsidi daya 450 VA dan 900 VA.

Selain itu pemerintah juga memberikan keringanan tagihan listrik terhadap pelanggan listrik golongan bisnis dan industri kecil dengan daya 450 VA.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan rumah tanga daya 900 VA non-subsidi mencapai 22,7 juta pelanggan. Sedangkan rumah tangga daya 1.300 VA sebanyak 11,6 juta pelanggan.

Dia berjanji segera menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) terkait keringanan tagihan listrik kepada pelanggan non-subsidi daya 900 VA dan 1.300 VA.

"Tentu saja ini akan kami bawa ke Kementerian dan lembaga terkait untuk mendapatkan perhatian," kata Arifin dalam Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR secara virtual di Jakarta, Senin (4/5).

Arifin mengungkapkan kebijakan meringankan tagihan listrik bagi pelanggan subsidi diberikan selama tiga bulan terhitung sejak April. Hal itu dengan memproyeksikan pandemi Covid-19 mereda pada Juni mendatang. Anggaran pun disiapkan pemerintah untuk menunjang kebijakan tersebut.

Menteri ESDM belum bisa memastikan relaksasi tagihan listrik tersebut dapat diperpanjang. Pasalnya berkaitan dengan alokasi atau ketersediaan anggaran.

"Kalau (Covid-19) melewati Juni, tentu harus ada pemikiran baru. Pemerintah juga mencari keseimbangan sumber pendanaan," ungkapnya.

Tak bebani PLN

Zulkifli Zaini. Sumber: youtube
Zulkifli Zaini. Sumber: youtube

Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini sebelumnya mengungkapkan insentif keringanan tagihan listrik bagi pelanggan subsidi tidak membebani keuangan perusahaan. Pasalnya keringanan tagihan listrik merupakan program pemerintah.

"Mekanisme saat ini kami harus menalangi dulu. Tetapi nanti akan kami tagihkan sebagai bagian dari subsidi," ujarnya.

Dikatakannya pemerintah mengalokasikan anggaran mencapai Rp3,4 triliun untuk meringankan tagihan pelanggan subsidi daya 450 VA dan 900 VA. Rinciannya anggaran sebesar Rp2,6 triliun bagi pelanggan 450 VA dan Rp870 miliar bagi pelanggan 900 VA.

Zulkifli mengungkapkan alokasi anggaran yang disediakan hanya cukup hingga Juni mendatang. Sesuai dengan program insentif pemerintah selama tiga bulan terhitung mulai April ini.

"Apabila Covid lebih panjang maka pagu itu sudah pasti kurang. Kalau Covid melewati Juni, maka Rp3,4 triliun tidak memadai," ujarnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN