Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Smelter timah. Foto ilustrasi: Defrizal

Smelter timah. Foto ilustrasi: Defrizal

ESDM: Tak Ada Aturan Baru Terkait Ekspor Timah

Kamis, 14 Januari 2021 | 14:55 WIB
Rangga Prakoso (rangga.prakoso@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan tidak ada aturan baru terkait ekspor timah. Penjualan pasir timah ke luar negeri sudah dilarang sejak 2018 silam. Hanya timah hasil pengolahan dan pemurnian saja yang diperbolehkan untuk dijual ke luar negeri.

"Tidak ada aturan yang akan dibuat lagi, ekspor timah dalam bentuk pasir timah sudah dilarang sejak tahun 2018," kata Direktur Pembinaan dan Pengusahaan Mineral Kementerian ESDM Yunus Saefulhak kepada Investor Daily di Jakarta, Kamis (14/1).

Yunus mengungkapkan tata niaga timah diatur dalam Peraturan Menteri ESDM 25/2018 juncto Peraturan Menteri ESDM 5/2017 dan Peraturan Menteri Perdagangan 53/2018 juncto Peraturan Menteri Perdagangan 33/2015. Beleid ini mengatur timah yang dapat dijual ke luar negeri harus dilakukan pengolahan dan pemurnian di dalam negeri sampai mencapai batasan minimum kadar Sn > 99,9% dan dalam bentuk timah murni batangan dengan ukuran dan bentuk tertentu sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan.

"Kegiatan ekspor pasir timah dilarang karena belum memenuhi batasan minimum pengolahan dan pemurnian sebagaimana diatur dalam peraturan tersebut. Sehingga secara legal tidak memungkinkan adanya kegiatan ekspor pasir timah," tegasnya.

Secara terpisah, Sekretaris Jenderal Asosiasi Eksportir Timah Indonesia (AETI) Jabin Sufianto menyampaikan hal senada. Menurutnya ekspor pasir timah sudah tidak dapat dilakukan lagi. "Tidak diperbolehkan sesuai aturan yang ada," ujarnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN