Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Petugas melakukan perbaikan jaringan listrik di Kampung Utan, Tangerang Selatan, Kamis (18/6/2020). Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Petugas melakukan perbaikan jaringan listrik di Kampung Utan, Tangerang Selatan, Kamis (18/6/2020). Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

ESDM: Tarif Listrik Tidak Naik Hingga Akhir Tahun

Rangga Prakoso, Rabu, 1 Juli 2020 | 15:17 WIB

JAKARTA, Investor.id- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan tarif dasar listrik tidak mengalami penyesuian hingga akhir 2020. Dengan begitu artinya besaran tarif listrik masih sama sejak 2017. Pemerintah pun menghimbau masyarakat untuk bijak menggunakan daya agar tagihan listrik tidak membengkak.

Berdasarkan catatan Investor Daily, pengumuman tarif listrik sebelumnya disampaikan pada awal Juni 2020 yang menyatakan tarif listrik untuk periode Juli-September 2020 tidak mengalami penyesuian. Dalam rentang satu bulan pengumuman itu Kementerian ESDM memastikan tarif listrik masih tetap hingga akhir tahun. Padahal perhitungan tarif listrik ditetapkan periodik per tiga bulan sesuai Peraturan Menteri ESDM No. 3 Tahun 2020. Terdapat empat indikator makro ekonomi dalam menetapkan tarif tenaga listrik (tariff adjustment) setiap tiga bulan, yaitu kurs, Indonesian Crude Price (ICP), inflasi, dan Harga Patokan Batuara (HPB).

"Kami perlu tekankan bahwa pemerintah sampai saat ini tidak mengambil keputusan kenaikan tarif sampai akhir tahun," kata Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (1/7/2020).

Rida menghimbau masyarakat untuk bijak dalam menggunakan daya listrik selama pandemi. Pasalnya dalam beberapa bulan terakhir masyarakat lebih banyak beraktivitas di rumah. Dia memastikan lonjakan tagihan listrik dalam beberapa bulan terakhir murni disebabkan oleh intensitas pemakaian daya. Bukan disebabkan oleh kenaikan tarif listrik.

"Kalaupun ada apa-apa misalnya ada kenaikan tagihan bulanan itu semata-mata hanya karena ada kenaikan pemakaian," jelasnya.

Tarif listrik pelanggan nonsubsidi, untuk pelanggan Tegangan Rendah (TR) seperti pelanggan rumah tangga daya 1.300 VA, 2.200 VA, 3.500 hingga 5.500 VA, pelanggan bisnis daya 6.600 hingga 200 kVA, pelanggan pemerintah daya 6.600 hingga 200 kVA ke atas, dan penerangan jalan umum, tarifnya tetap sebesar Rp1.467/kWh. Sedangkan khusus untuk pelanggan rumah tangga 900 VA-Rumah Tangga Mampu (RTM) tarifnya tetap sebesar Rp1.352/kWh.

Pelanggan Tegangan Menengah (TM) seperti pelanggan bisnis, industri, pemerintah dengan daya di atas 200 kVA, dan layanan khusus, besaran tarifnya sebesar Rp1.115/kWh. Sementara bagi pelanggan Tegangan Tinggi (TT) yang digunakan industri daya lebih besar sama dengan 30 ribu kVA ke atas tarifnya juga tidak mengalami perubahan yaitu Rp 997/kWh.

Adapun tarif tenaga listrik untuk 25 golongan pelanggan bersubsidi lainnya juga tidak mengalami perubahan. Untuk 25 golongan pelanggan ini tetap diberikan subsidi listrik, termasuk di dalamnya pelanggan yang peruntukan listriknya bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), bisnis kecil, industri kecil, dan kegiatan sosial.

Dia mengatakan, pelanggan industri dan bisnis daya 450 VA mendapatkan stimulus berupa pembebasan tagihan listrik hingga Oktober nanti. Sedangkan pelanggan rumah tangga daya 450 VA subsidi mendapatkan bantuan serupa hingga September mendatang. Sementara pelanggan rumah tangga daya 900 VA subsidi mendapatkan bantuan potong tagihan 50%.

"Bantuan ini sifatnya sementara dan tidak menjadi permanen. Ini wujud kehadiran negara bagi saudara-saudara kita yang terdampak Covid-19," ujarnya.

 

 

 

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN