Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Seorang pekerja dalam pabrik migas. Foto ilustrasi: IST

Seorang pekerja dalam pabrik migas. Foto ilustrasi: IST

ExxonMobil Segera Eksplorasi Potensi Migas di Indonesia

Retno Ayuningtyas, Rabu, 13 November 2019 | 12:57 WIB

 

JAKARTA – Setelah sukses mengoperasikan Blok Cepu hingga mencapai produksi minyak 216.011 ribu barel per hari (bph) hingga September lalu, ExxonMobil berencana melakukan eksplorasi potensi migas di wilayah terbuka di Indonesia.

 

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto mengatakan, selain PT Pertamina (Persero), ExxonMobil merupakan salah satu kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) yang juga mengajukan kegiatan eksplorasi di wilayah terbuka.

 

“Exxon juga ada [rencana eksplorasi], yang rencananya untuk open area,” kata dia di Jakarta, Rabu (13/11).

 

Untuk kegiatan eksplorasi di wilayah terbuka, lanjutnya, perusahaan migas bisa menentukan sendiri wilayah yang dinilainya memiliki potensi migas. Demikian juga ExxonMobil. Perusahaan migas asal Amerika Serikat tersebut berencana mengeksplorasi potensi migas di sekitar blok migas yang dioperasikannya.

 

“Dia [ExxonMobil] memilih sendiri [wilayahnya], masih sekitaran Blok Cepu,” tutur Dwi.

 

Sementara itu, Vice President Public and Government Affairs ExxonMobil Indonesia Azi N Alam mengungkapkan, sebagai perusahaan migas, ExxonMobil terus mencari peluang untuk mengembangkan potensi migas di Indonesia. Pasalnya, ExxonMobil telah hadir di Indonesia lebih dari 120 tahun.

 

“Kami tetap berkomitmen kepada Indonesia dan terus mencari peluang lain, baik di Blok Cepu maupun di seluruh Indonesia, sebagai bagian dari komitmen jangka panjang kami pada Indonesia,” kata dia.

 

Saat ini, Blok Cepu merupakan satu-satunya blok migas yang digarap ExxonMobil di Indonesia. Setelah rampung mengembangkan Lapangan Banyu Urip dan meningkatkan produksinya hingga mencapai 216.011 bph, ExxonMobil kini tengah mengerjakan Proyek Kedung Keris yang ditargetkan beroperasi akhir tahun ini.

 

Dwi menambahkan, pihaknya menyambut baik usulan perusahaan migas untuk melakukan eksplorasi di wilayah terbuka ataupun perusahaan migas yang ingin mempercepat pelaksanaan komitmen kerja pasti (KKP) yang dijanjikan. Bahkan, pihaknya akan membantu memudahkan perusahaan migas melakukan eksplorasi ini. “Kalau ada yang mau percepat, kami akan bantu,” ujarnya.

 

Indonesia memiliki total 128 basin, di mana 24 basin belum disentuh. SKK Migas sebelumnya telah memetakan sepuluh area potensial giant discovery. Kesepuluh area ini yakni Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Sumatera Tengah, Tarakan Offshore, North East Java-Makassar Strait, Kutai Offshore, Buton Offshore, Northern Papua, Bird Body Papua, dan Warim Papua.

 

Di sisi lain, cadangan migas terbukti nasional terus turun. Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), cadangan minyak nasional pada 2013 tercatat sebesar 7.549,8 miliar barel, kemudian sempat turun menjadi 7.251,1 miliar barel pada 2016. Cadangan minyak kembali naik pada 2017 menjadi 7.534,9 miliar pada 2017, kemudian turun lagi menjadi 7.512,22 miliar di tahun lalu. Berikutnya, cadangan gas nasional tercatat sebesar 150,4 triliun kaki kubik pada 2013. Cadangan gas ini terus terkurang hingga tinggal menjadi 135,55 triliun kaki kubik pada tahun lalu.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA