Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ekonom Faisal Basri

Ekonom Faisal Basri

Faisal Basri: Butuh 3-5 Tahun Pulihkan Ekonomi

Jumat, 16 Juli 2021 | 22:38 WIB
Herman

JAKARTA, investor.id  – Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Faisal Basri mengkritik kebijakan pemerintah dalam pengendalian pandemi Covid-19 yang tidak fokus pada bidang kesehatan. Padahal ekonomi akan sulit bangkit bila pandemi Covid-19 tidak tertangani dengan baik.

Akibat penanganan pandemi yang bertele-tele, Faisal menyebut butuh waktu 3 hingga 5 tahun untuk membuat kondisi ekonomi Indonesia kembali pulih seperti sebelum pandemi.

“Barangkali butuh waktu 3 tahun paling cepat, mungkin 3 sampai 5 tahun kalau melihat situasi seperti ini. Bertele-tele menangani pandemi, tidak terorganisir,” kata Faisal Basri dalam acara diskusi yang digelar Indef, Jumat (16/7/2021).

Faisal mencontohkan tanda-tanda pemulihan ekonomi yang masih jauh dari pulih, antara lain kinerja penyaluran kredit perbankan yang terus turun. Pada kuartal I 2021 juga masih mengalami kontraksi -3,8%.

“Sudah 7 bulan berturut-turut kredit mengalami kontraksi. Sederhana sekali, ujung tombak untuk mengetahui mulai menggeliat atau tidak ekonominya, orang mulai pinjam ke bank untuk membeli bahan baku, membeli mesin dan sebagainya. Tapi masyarakat tidak mau konsumsi, mereka taruh uangnya di bank, makanya pertumbuhannya masih double digit,” paparnya.

Ditegaskan Faisal, dalam menangani pandemi Covid-19, pemerintah harus lebih tegas untuk memprioritaskan kesehatan. Tidak bisa antara kesehatan dan ekonomi berjalan beriringan karena justru proses pemulihannya nanti akan berjalan semakin lama. Kebijakan gas-rem yang selama ini diambil pemerintah juga tidak efektif dalam menangani pandemi Covid-19.

“Gas-rem itu mencerminkan tidak ada rencana, trial and error. Semakin tidak karuan kita menangani Covid-19, ini tercermin dari recovery ekonomi yang terbata-bata. Semakin tegas pembatasan sosial, semakin efektif pembatasan sosial, semakin cepat ekonomi pulih dengan kecepatan yang tinggi,” kata Faisal.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN