Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Hutan kayu. Foto ilustrasi: twitter

Hutan kayu. Foto ilustrasi: twitter

FAO Apresiasi Kemajuan Sektor Kehutanan Indonesia

Jumat, 1 Januari 2021 | 11:04 WIB
Tri Listiyarini

Jakarta, investor.id-Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (Food and Agriculture Organization/FAO) mengapresiasi kemajuan perhutanan Indonesia. FAO telah melihat komitmen Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Pemerintah Indonesia pada sektor kehutanan, upaya pemerintah untuk mendemokratisasi alokasi sumber daya hutan, mengelola hutan negara secara lestari, mencegah deforestasi dan degradasi sumber daya hutan, memastikan keadilan lingkungan dan persamaan kesempatan bagi seluruh masyarakat Indonesia, termasuk masyarakat hukum adat.

FAO menyatakan dukungan pada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang terlibat langsung pada 4 dari 7 Agenda Pembangunan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. FAO juga mengapresiasi penurunan tingkat deforestasi Indonesia di masa pemerintahan saat ini. “Tingkat deforestasi telah turun hampir 90% sejak titik tertinggi pada awal abad ini. Kami melihat komitmen pemerintah untuk memerangi deforestasi. Ini sangat penting. FAO juga menyambut baik perhatian yang diberikan untuk kebakaran hutan. Kami memuji upaya yang telah digunakan untuk mengatasinya, mulai dari teknologi modifikasi cuaca sebelum puncak musim kemarau, serta meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam pencegahan dan penanggulangan kebakaran," papar Richard Trenchard, FAO Representative Ad Interim for Indonesia, dalam keterangan resmi KLHK, kemarin.

FAO juga memberikan apresiasi pada upaya Pemerintah Indonesia untuk memperkuat konservasi keanekaragaman hayati, konservasi dan restorasi pada 16 juta ha lahan gambut. KLHK terutama Ditjen KSDAE dinilai telah melakukan pekerjaan dasar penting untuk mengelola tantangan ini secara efektif. Indonesia memiliki 554 kawasan konservasi dengan luas total 27,40 juta ha. “Ini mewakili kemajuan luar biasa," kata Trenchard. FAO juga mengapresiasi inovasi pemerintah melalui KLHK dalam memantau sumber daya hutan dan komitmen memulihkan lebih dari 600 ribu ha mangrove hingga 2024, termasuk upaya berkelanjutan pemerintah untuk menangani mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, serta komitmen menyelesaikan konflik penguasaan lahan.

Kemajuan Sektor Kehutanan atau Perhutanan Indonesia tertuang dalam Status Hutan Indonesia 2020 (State of Indonesia’s Forests 2020/SOIFO 2020). Secara komprehensif, Trenchard menilai, pendekatan kehutanan yang dilakukan Pemerintah Indonesia, dengan 120 juta hektare (ha) hutan, termasuk 93 juta ha tutupan pohon, begitu luar biasa. Indonesia berhasil menggabungkan komitmen internasional dan nasional yang kuat, undang-undang yang kuat, penggunaan solusi digital inovatif untuk mendorong kebijakan dan pengambilan keputusan berbasis bukti, pengaturan tata kelola yang sangat berkembang yang melibatkan semua tingkat pemerintahan, serta komitmen kuat memberi solusi berorientasi komunitas. Semua fakta itu tersajikan secara baik dalam SOIFO 2020.

Kemajuan perhutanan Indonesia dikatakannya tersaji dalam tujuh bab SOIFO 2020, berisikan sejumlah besar data terkini, menggunakan serangkaian alat dan analitik mutakhir. Ini memberikan banyak analisis dan informasi tentang situasi dan apa yang sedang dilakukan, terutama oleh pemerintah, dan juga menandakan sejumlah arah masa depan yang jelas dan penting. “SOIFO 2020 merupakan laporan yang sangat signifikan, ekspresi jelas dari komitmen KLHK terhadap transparansi, benar-benar tepat waktu dan ditulis dengan sangat baik. Poin terakhir ini penting. Artinya laporan tersebut dapat dibaca secara nasional dan internasional. Dan itu perlu dibaca," tegas Trenchard merekomendasikan SOIFO 2020 kepada pihak yang hadir dalam acara Refleksi: SOIFO 2020, Hints dan Seek 2021, Rabu (30/12).

Sementara itu, Menteri LHK Siti Nurbaya mengatakan, tidak banyak negara mampu menyusun Status Hutan dan Kehutanan Nasional-nya. Terbitnya SOIFO 2020 ini menjadi janji Pemerintah Indonesia, meskipun nonlegally binding, dan akan terus diperbarui pada masa mendatang.

 

Editor : Tri Listiyarini (tri_listiyarini@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN