Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Petugas menaiki mobil golf di di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Foto: Investor Daily/David Gita Rosa

Petugas menaiki mobil golf di di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Foto: Investor Daily/David Gita Rosa

Fasilitas Penunjang Runway 3 Tambah Kapasitas Soetta Jadi 114 Pergerakan Pesawat/Jam

Thresa Sandra Desfika, Senin, 13 Januari 2020 | 17:10 WIB

JAKARTA, investor.id - PT Angkasa Pura (AP) II (Persero) menjamin kapasitas Bandara Internasional Soekarno-Hatta bisa menampung 114 pergerakan pesawat per jam dengan pembangunan fasilitas tambahan untuk runway 3.

Sejauh ini, runway 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta sudah melayani 864 pergerakan pesawat selama periode 20 Desember 2019-6 Januari 2020. Jumlah tersebut terbagi atas 587 pergerakan penerbangan domestik dan 277 pergerakan penerbangan internasional.

VP of Corporate Communication AP II Yado Yarismano mengungkapkan, AP II telah memiliki rencana membangun tambahan fasilitas untuk runway 3 agar pergerakan di sisi udara semakin optimal. Adapun runway 3 sudah beroperasi penuh per 20 Desember 2019.

"Dengan tahapan pengembangan yang dilakukan PT Angkasa Pura II dan AirNav Indonesia maka kapasitas penerbangan di Soekarno-Hatta ditargetkan dapat meningkat hingga 114 pergerakan penerbangan per jam," ungkap Yado dalam keterangannya, Senin (13/1).

AP II selalu berkoordinasi dengan AirNav Indonesia dalam pengaturan sistem lalu lintas udara. Saat ini, AP II tengah melakukan penyempurnaan marking stop bar dari runway 2 ke runway 3.

Yado menjelaskan, runway 3 sudah dioperasikan secara penuh dengan dimensi 3.000 x 60 meter yang bertujuan untuk memperlancar lalu lintas dan meningkatkan kapasitas penerbangan tentunya dengan mengutamakan prinsip keselamatan serta tunduk pada peraturan.

"Pada dasarnya runway 3 ini sudah direncanakan sejak lama dan sudah melalui tahapan diskusi serta koordinasi dengan seluruh stakeholders serta melalui kajian yang ditetapkan dalam masterplan dan mendapatkan persetujuan regulator," ungkap Yado.

Yado Yarismano mengatakan, kesuksesan pengoperasian runway 3 tidak lepas dari koordinasi yang erat di antara seluruh pemangku kepentingan. Runway ini sudah beroperasi optimal sejak 20 Desember 2019 dan pembangunannya sendiri menelan dana Rp 6 triliun yang terbagi atas pengerjaan konstruksi Rp 2 triliun serta pembebasan tanah Rp 4 triliun.

Runway 3 tidak akan sukses beroperasi jika stakeholders tidak berkoordinasi erat dan saling mendukung, kami sangat berterima kasih kepada AirNav Indonesia, maskapai, serta masyarakat atas dukungannya terhadap Bandara Soekarno-Hatta," ungkap Yado.

Dia menambahkan, dioperasikannya Runway 3 jelas membuat Bandara Soekarno-Hatta memiliki ruang lebih di sisi udara sehingga dapat lebih efektif dalam melayani take off dan landing pesawat. Hal ini cukup terasa di mana saat puncak libur Natal dan Tahun Baru lalu, Bandara Soekarno-Hatta dapat dengan lancar melayani penerbangan yang lebih sibuk dibandingkan dengan kondisi normal.

Lebih lanjut, Yado Yarismano menuturkan, operasional ketiga runway di Bandara Soekarno-Hatta saat ini dibagi menjadi dua bagian, yaitu runway bagian selatan (Runway 1) dan runway bagian utara (Runway 2 dan 3).

Selain itu, tutur Yado, Didukung dengan kehadiran east connecting taxiway (ECT) pada akhir tahun lalu, yang melengkapi operasional west connecting taxiway (WCT), maka ketiga runway tersebut dapat optimal dalam meningkatkan keselamatan penerbangan, efisiensi, dan kapasitas penerbangan.

Yado menyebutkan, keselamatan penerbangan meningkat karena Bandara Soekarno-Hatta jelas memiliki ruang lebih di sisi udara. Efisiensi juga meningkat seiring dengan berkurangnya jumlah antrian pesawat di taxiway dan di udara.

"Jarak tempuh taxi dari apron ke runway atau sebaliknya juga lebih dekat dan semakin variatif. Kapasitas runway semakin meningkat karena berkurangnya spacing antarpesawat dan turunnya waktu di runway,” jelas Yado Yarismano.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA