Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Direktur Tony Wenas hadir dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR RI di kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (19/2/2020). Dalam RDP itu direksi PT Freeport Indonesia menjelaskan langkah korporasi pascadivestasi saham dan perkembangan pembangunan pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) tembaga. Foto: SP/Ruht Semiono

Presiden Direktur Tony Wenas hadir dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR RI di kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (19/2/2020). Dalam RDP itu direksi PT Freeport Indonesia menjelaskan langkah korporasi pascadivestasi saham dan perkembangan pembangunan pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) tembaga. Foto: SP/Ruht Semiono

Freeport: Pinjaman Dana Smelter Tak Bebani Pemegang Saham

Rangga Prakoso, Rabu, 19 Februari 2020 | 19:22 WIB

JAKARTA, investor.id - PT Freeport Indonesia bakal mengandalkan sindikasi perbankan untuk mendanai pembangunan fasilitas pemurnian mineral (smelter) konsentrat tembaga.

Sekitar US$2,8 miliar kebutuhan pendanaan berasal dari pinjaman. Adapun investasi smelter itu mencapai US$3 miliar. Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) meminta pinjaman perbankan tidak membebani pemegang saham.

Presiden Direktur Tony Wenas hadir dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR RI di kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (19/2/2020). Dalam RDP itu direksi PT Freeport Indonesia menjelaskan langkah korporasi pascadivestasi saham dan perkembangan pembangunan pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) tembaga. Foto: SP/Ruht Semiono
Presiden Direktur Tony Wenas hadir dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR RI di kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (19/2/2020). Dalam RDP itu direksi PT Freeport Indonesia menjelaskan langkah korporasi pascadivestasi saham dan perkembangan pembangunan pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) tembaga. Foto: SP/Ruht Semiono

Sebagaimana diketahui Pemerintah Indonesia melalui PT Inalum (persero) menjadi pemegang saham mayoritas Freeport Indonesia sejak 2018 kemarin melalui skema divestasi.

Untuk mengakuisisi saham itu Inalum menerbitkan surat utang global senilai US$4 miliar. Pasalnya nilai akuisisi mencapai US$3,85 miliar untuk pembelian 45,62% saham Freeport.

"Jangan sampai Inalum diberi beban tambahan saat pembangunan smelter," kata Wakil Ketua Komisi VII Eddy Soeparno di Jakarta, Rabu (19/2).

Dalam rapat dengar pendapat itu, Presiden Direktur Freeport Indonesia Tony Wenas menegaskan pinjaman dana tersebut tidak akan membebani pemegang saham. "Dalam 4 tahun pinjaman lunas," tegasnya.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN