Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Disaksikan oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, penandatanganan dilakukan oleh Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN Syahrial Mukhtar dan Direktur Utama JPEN Muhammad Iqbal secara virtual, Kamis, 15 April 2021. (Foto: Ist)

Disaksikan oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, penandatanganan dilakukan oleh Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN Syahrial Mukhtar dan Direktur Utama JPEN Muhammad Iqbal secara virtual, Kamis, 15 April 2021. (Foto: Ist)

Gandeng JPEN, PGN Siapkan Pasokan Gas Bumi di Jateng

Jumat, 16 April 2021 | 19:26 WIB

JAKARTA, investor.id - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) dan PT Jateng Petro Energi (Perseroda) (JPEN) telah melakukan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) terkait penyediaan pasokan dan infrastruktur gas bumi di Jawa Tengah (Jateng).

Disaksikan oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, penandatanganan dilakukan oleh Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN Syahrial Mukhtar dan Direktur Utama JPEN Muhammad Iqbal secara virtual, Kamis (15/4).

Adapun MoU ini bertujuan untuk mengkaji potensi kerja sama terkait rencana penyediaan pasokan gas bumi dalam bentuk compressed natural gas (CNG) beserta infrastruktur pendukungnya, untuk memenuhi kebutuhan energi di Jateng. 

Syahrial menjelaskan, untuk keseluruhan wilayah Jateng, potensi pasar masih dapat berkembang di mana saat ini demand terpusat di kawasan industri existing. Strategi penyaluran yang digunakan menggunakan beberapa moda yaitu gas pipa, CNG, maupun LNG menyesuaikan dengan kebutuhan.

Dengan adanya MoU ini, diharapkan dapat mendukung penyediaan infrastruktur CNG.

“Untuk sumber pasokannya, PGN saat ini memiliki beberapa opsi sumber pasokan gas untuk Jawa Tengah seperti Jimbaran Tiung Biru (JTB), Saka Muriah, dan LNG teluk Lamong,” kata Syahrial, sebagaimana dikutip dari keterangan tertulisnya, Jumat (16/4).

Gubernur Ganjar sebelumnya menyampaikan kebutuhan gas bumi di Jateng cukup mendesak. Jateng diapit oleh dua provinsi besar yang kaya akan pasokan dan pasar gas. Serta merupakan tujuan dari dua pipa transmisi. Dari sisi konsumen, di Jateng, banyak industri yang potensial menyerap gas bumi sebagai energi untuk produksi.

Namun, kendala infrastruktur atau pipanisasi menyebabkan supply gas bumi di Jateng tidak optimal.

“PGN telah memiliki infrastruktur Pipa Transmisi Gresik-Semarang (Gresem), serta alokasi pasokan gas yang dapat disalurkan untuk industri di Jateng. Penyaluran gas bumi bagi industri yang yang belum terjangkau jaringan pipa gas bumi dapat menggunakan moda CNG maupun LNG,” jelas Syahrial.

Saat ini, PGN telah menyalurkan gas bumi ke 13 pelanggan industri komesial di Kawasan Industri Tambah Aji dan meluas ke Wijaya Kusuma melalui gas pipa dan CNG, menyalurkan gas bumi ke Pembangkit Tambak Lorok, serta melayani 7.093 rumah tangga. Secara keseluruhan, volume penyerapan gasnya mencapai 23,85 BBTUD.

Pipa tranmisi Gresem diestimasikan mampu menyalurkan gas bumi sekitar 400 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD). PGN juga tengah menyelesaikan interkoneksi Pipa Gresem dengan Pipa Kalimantan Jawa (Kalija) untuk optimalisasi distribusi gas bumi khususnya sektor industri area Semarang dan Kendal.

PGN mengupayakan penyelesaian Pipa Jumper dari Tambak Lorok ke Tambak Rejo yang diestimasikan selesai pada triwulan-II 2021. Jika sudah terhubung, gas bumi dari Lapangan Kepodang akan didistribusikan ke pelanggan-pelanggan potensial di Jateng.

“Gas dari Lapangan Kepodang diharapkan dapat diutilisasi untuk membangkitkan SPBG Kaligawe, sehingga akan membuat penyaluran CNG di Jawa Tengah menjadi lebih efektif dan efisien. Selama ini kebutuhan CNG Jawa Tengah dipasok dari Jawa Timur,” kata Syahrial.

Lebih lanjut, PGN juga menilai beberapa kawasan industri seperti Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) dan Kawasan Industri Kendal (KIK) sebagai pasar potensial gas bumi.

Editor : Jayanty Nada Shofa (JayantyNada.Shofa@beritasatumedia.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN