Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ganjar Pranowo. Foto: IST

Ganjar Pranowo. Foto: IST

Ganjar: Ekonomi Kuartal III Masih Berat untuk Masuk Zona Positif

Minggu, 27 September 2020 | 23:29 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id - Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo menilai bahwa kinerja ekonomi pada kuartal III masih berat untuk masuk zona positif,  namun secara tren lebih baik dibandingkan dengan  kuartal II yang -5,32%.

Oleh karena itu optimisme perbaikan ekonomi harus diperpanjang hingga kuartal IV-2020. Dengan melakukan improvement pada sektor keuangan dan segala relaksasi yang diberikan oleh pemerintah dan mendorong usaha kecil tumbuh.  

"Presiden sampaikan ke kita bagaimana di kuartal III kita bisa positif tapi saya sepakat mau rasional mau menyampaikan dan rasanya (kuartal III) masih berat positif sudah melakukan dengan segala cara dan itu  tidak mudah dan optimisme di-extend hingga kuartal IV,"tuturnya.

Wimboh Santoso. Foto: IST
Wimboh Santoso. Foto: IST

Pada kesempatan yang sama, Ketua OJK, Wimboh Santoso mengatakan kondisi Covid-19 menimbulkan ketidakpastian dan selalu bergerak dinamis, sehingga tidak dapat diprediksi pemulihannya.  

Kendati begitu, ia menegaskan bahwa ketidakpastian yang bergerak dinamis tidak hanya terjadi di Indonesia melainkan juga di berbagai negara lainnya.

Namun saat ini sudah mengarah pada tren membaik, termasuk Indonesia, meskipun kasus positif Covid-nya masih meningkat. Menurutnya indikator perbaikan pertumbuhan ekonomi kuartal III tercermin dari penjualan semen dan kendaraan bermotor dan  juga konsumsi yang menunjukkan tanda-tanda perbaikan.

"Kalau dilihat Argentina, Italia, AS negara yang tadi kami sebutkan dengan  tren meningkat, dan ini akibat terhadap pada aktivitas perdagangan dan mobilitas global jadi pengaruhi langsung ke perekonomian kita, tetapi setiap negara memiliki kondisi berbeda beda," jelasnya.

Senada dengan Ganjar, ia mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II yang terkontraksi -5,32% akan masuk dalam tren membaik di kuartal III namun perbaikannya tidak langsung positif.

"Indikator yang kita punyai akan membaik di kuartal III meskipun tidak langsung positif agak berat langsung positif. Kami yakin terefleksi di pertumbuhan ekonomi yang tidak serendah kuartal II, dengan berbagai prediksi Kuartal III -2,9 hingga minus 1 %,"tuturnya.

Menurutnya untuk mengatasi pandemi Covid-19 dari aspek kesehatan dan ekonomi harus dilakukan bersama-sama antara pemerintah, stakeholder, pebisnis dan masyarakat untuk terus menerapkan protokol kesehatan.

"Apa yang dilakukan ini harus preemptive extraordinary dan forward looking jika tidak akan berat bagi ekonomi  kita, untuk itu,  lembaga pemerintah, stakeholder, kementerian dan lembaga masyarakat  dan pebisnis harus kerja sama mengarah bagaimana  ini dilakukan perbaikan ekonomi  dan bagaimana bisa bersama sama sinergi agar penyebaran wabah tidak berlanjut", ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa tim KSSK yang tergabung Kemenkeu, OJK, Bank Indonesia, dan LPS terus berkoordinasi dan melakukan berbagai kebijakan yang forward looking, preemptive dan extraordinary yang tidak  pernah dilakukan kondisi normal.

"Ini kebijakan bukan datang  tanpa koordinasi yang baik, mana yang di-on-kan dulu, mana yang terus di-tracking dan find tune dan terus dilakukan sampai saat ini,"tuturnya.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN