Menu
Sign in
@ Contact
Search
Pekerja memindahkan buah sawit yang dipanen ke truk pengangkut sebelum diolah menjadi minyak sawit mentah (CPO) di perkebunan sawit di Pekanbaru pada 23 April 2022. (FOTO: WAHYUDI / AFP)

Pekerja memindahkan buah sawit yang dipanen ke truk pengangkut sebelum diolah menjadi minyak sawit mentah (CPO) di perkebunan sawit di Pekanbaru pada 23 April 2022. (FOTO: WAHYUDI / AFP)

GAPKI: Ekspor Turun, Stok Bertahan

Selasa, 22 Nov 2022 | 09:56 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menyebut ekspor CPO mengalami penurunan pada September 2022. Meski demikian, stok bertahan. 

Direktur Eksekutif GAPKI Mukti Sardjono menjelaskan, produksi CPO bulan September mengalami kenaikan sebesar 16% dari bulan Agustus karena faktor musiman menjadi 4.545 ribu ton dan PKO naik menjadi 442 ribu ton, sehingga total produksi CPO + PKO sampai dengan September mencapai 36.596 ribu ton.

“Produksi ini lebih rendah 4% dari pencapaian sampai dengan September 2021 sebesar 38.147 ribu ton,” jelas Mukti dalam keterangan pers, Selasa (22/11/2022).

Baca juga: Harga CPO Rebound, Akhiri Pelemahan Empat Hari Berturut-turut

Advertisement

Sedangkan Total konsumsi dalam negeri bulan September sebesar 1.821 ribu ton relatif sama dengan konsumsi bulan Agustus sebesar 1,841 ribu ton. Berdasarkan komponennya, konsumsi untuk pangan bulan September turun 1% dari bulan Agustus, konsumsi oleokimia naik 6% dan biodiesel turun 4%.

Untuk ekspor bulan September, Mukti menjelaskan, mengalami penurunan yang sangat besar, yaitu 27% dari 4.334 ribu ton pada bulan Agustus menjadi 3.183 ribu ton pada bulan September. Penurunan terbesar terjadi pada ekspor olahan CPO sebesar 28% dari 2.971 ribu ton pada bulan Agustus menjadi 2.140 ribu ton pada bulan September. Sedangkan CPO turun 47% dari 741 ribu ton pada bulan Agustus menjadi 427 ribu ton pada bulan September.

Baca juga: Harga CPO Tertekan Hingga 11% pada Pekan Lalu, Bagaimana Sepekan Ini?

Sejalan dengan penurunan ekspor, devisa yang dihasilkan pada bulan September mencapai US$ 3.269,6 juta atau turun 31,7% dari bulan Agustus sebesar US$ 4.791,0. Selain karena volume, turunnya devisa juga disebabkan oleh harga CPO yang turun dari US$ 1.095 per ton cif Rotterdam pada bulan Agustus menjadi US$ 1.048 per ton cif Rotterdam.

“Kontribusi devisa dari minyak sawit terhadap total nilai ekspor turun dari 18% pada bulan Agustus menjadi 15% pada bulan September,” papar Mukti.

Baca juga: Holding Perkebunan Nusantara Bangun Pusat Pembelajaran Minyak Sawit, Kopi, dan Kakao di Sumut

Berdasarkan tujuannya, Mukti menyebut, ekspor ke India bulan September turun sebesar 424 ribu ton menjadi 661,8 ribu ton. Meskipun demikian, ekspor ke India bulan September lebih besar dari umumnya ekspor bulanan ke India sebesar sekitar 300 ribu ton. Penurun ekspor besar lainnya terjadi untuk tujuan EU-27 yaitu sebesar 138 ribu ton (27,3%) dari 506,8 ribu ton pada bulan Agustus menjadi 368,3 ribu ton pada bulan September.

“Dengan produksi, konsumsi, dan ekspor seperti diutarakan diatas, stok akhir bulan September menjadi 4.025 ribu ton yang relatif sama dengan stok akhir bulan Agustus sebesar 4.036 ribu ton,” tutup Mukti.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com