Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Jajaran direksi dan komisaris PT Perdana Gapuraprima Tbk dalam paparan publik di Jakarta, Jumat (26/6/2020).

Jajaran direksi dan komisaris PT Perdana Gapuraprima Tbk dalam paparan publik di Jakarta, Jumat (26/6/2020).

Covid-19 Berdampak pada Penjualan

Gapuraprima Gulirkan Sejumlah Rumah Tapak

Edo Rusyanto, Jumat, 26 Juni 2020 | 20:45 WIB

Jakarta, Investor.id – PT Perdana Gapuraprima Tbk (Gapuraprima) terus fokus dalam pengembangan dan investasi bisnis properti pada 2020. Tahun ini, perusahaan yang didirikan pada 1987 itu mengembangkan sejumlah proyek rumah tapak (landed house) dan apartemen.

“Kami memiliki portofolio proyek pengembangan kawasan hunian dan komersial untuk segmen pasar menengah dan ke atas. Kegiatan usaha saat ini lebih di fokuskan pada pengembangan dan investasi bisnis properti,” tutur Direktur Utama PT Perdana Gapuraprima Tbk Arvin F Iskandar, dalam siaran pers di Jakarta, Jumat (26/6/2020).

Dia menjelaskan, pihaknya telah mengembangkan beberapa proyek baru, berupa landed house dan apartemen di beberapa lokasi di Jabodetabek. Proyek itu di antaranya Bukit Cimanggu City, Metro Cilegon, Green Leaf Residence, Spring Garden, Delapan Residence, Bellevue Park di MT Haryono, dan Bhuvana di Ciawi.

Sementara itu, kata Arvin, pandemi Covid-19 berdampak bisnis properti perseroan pada 2020. Perseroan menghadapi kondisi force majeure, dimana cash flow tahun 2020 menjadi sangat berat. “Hal ini sangat mempengaruhi secara signifikan terhadap penjualan, cash in (penerimaan),” ujar dia.

Menurut dia, penjualan melalui fasilitas kredit pemilikan rumah/kredit pemilikan apartemen (KPR/KPA) terkendala, dikarenakan bank-bank menyetop pemberian KPR/KPA, kecuali kepada konsumen yang berstatus pegawai pemerintahan/ABRI/Kepolisian. “Sehingga berdasarkan hal tersebut, maka Perseroan tidak ada pembagian dividen untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2019,” paparnya.

Pada 2019, Gapuraprima harus puas mencatat penurunan penjualan sebesar 8,70% dibandingkan dengan setahun sebelumnya, yakni menjadi Rp 397,70 miliar dari semula Rp 435,57 miliar. Sedangkan laba usaha perseroan tumbuh sebesar 6,66% atau senilai Rp 5,26 miliar. “Laba usaha perusahaan tahun 2019 tercatat sebesar Rp 84,24 miliar, sedangkan pada 2018 tercatat sebesar Rp 78,98 miliar,” jelas Arvin.

Sementara itu, Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun buku 2019 mengangkat Rudy Margono menjadi komisaris utama menggantikan Gunarso S Margono. Rudy Margono didukung sejumlah komisaris, yakni Heryani Margono dan Wibowo. Selain itu, terdapat dua komisaris independen, yaitu Toni Hartono dan Nugroho Sulistyo.

Sedangkan susunan direksi terdiri atas Arvin F Iskandar (direktur utama) dan dua orang direktur, yaitu Rudy Kurniawan dan Ahmad Taufik Zaenal.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN