Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Dirut Garuda Indonesia Irfan Setiaputra. Sumber: BSTV

Dirut Garuda Indonesia Irfan Setiaputra. Sumber: BSTV

Garuda Berupaya Kembalikan Dua Pesawat

Rabu, 29 Juli 2020 | 10:09 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com) ,Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - PT Garuda Indonesia Tbk akan mengembalikan dua pesawat yang dinilai tidak cocok dengan Garuda.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan, komponen biaya terbesar yang ditanggung Garuda adalah sewa pesawat. Saat ini Garuda tercatat membayar sewa tiap bulan untuk 142 pesawatnya yang terdiri atas berbagai jenis. BUMN penerbangan itu tetap wajib membayar sewa setiap bulan, meski 70% dari total armada kini tidak beroperasi karena minimnya permintaan.

“Mayoritas pesawat kami sewa dan sewa itu terbang nggak terbang mesti dibayar. Oleh karena itu, 2-3 bulan ini, tim melakukan negosiasi kepada para lessors untuk penundaan pembayaran dan restrukturisasi sewa pesawat. Harapannya diturunkan 20-30% biaya sewa pesawatnya,” papar Irfan, saat virtual meeting bersama BeritaSatu Media Holdings di Jakarta, Selasa (28/7).

Armada Garuda. Foto: dok. Investor Daily
Armada Garuda. Foto: dok. Investor Daily

Total ada 26 lessor yang dilobi untuk mengubah skema penyewaan pesawat kepada Garuda. Irfan menambahkan, situasi saat ini sebenarnya menguntungkan Garuda, karena permintaan yang minim membuat maskapai tak khawatir jika armadanya diambil oleh lessor.

“Ini kami satu-satu negosiasi dengan skema yang berbeda- berbeda. Sewa pesawat memang menjadi beban buat kami, dan untuk mengurangi beban seluruh airline dan restrukturisasi ini memang bisa dilakukan,” ujar Irfan.

Lebih lanjut dia menuturkan, sewa pesawat yang dilakukan Garuda Indonesia cenderung lebih mahal dari harga pasar. Hal ini tengah dinegosiasikan dengan pihak lessor agar harga sewa lebih mendekati harga pasar.

Langkah Garuda pulihkan kinerja
Langkah Garuda pulihkan kinerja

Selain itu, Garuda berupaya mengembalikan dua jenis pesawat, yakni Bombardier CRJ1000 dan ATR karena dinilai tidak cocok dengan Garuda. Irfan menyebut, tipe pesawat Bombardier CRJ1000 adalah armada yang karakternya untuk perjalanan jarak pendek atau commuting sehingga memiliki bagasi yang kecil, yang tidak cocok dengan masyarakat Indonesia. “Itu tipe pesawat commuting yang bawaannya sedikit-sedikit. Orang indonesia kan tipenya perginya sebentar barangnyabanyak. Sedangkan (pesawat ATR) baling-baling, masa

Garuda pesawatnya baling-baling. Karenanya, sebagian kami alihkan ke Citilink dan ada yang mau kami kembalikan,” tutur Irfan.

Selain itu, Garuda tengah melakukan negosiasi untuk menunda kedatangan empat pesawat Airbus yang sebenarnya dijadwalkan tiba tahun ini.

Tingkatkan Kargo

Irfan Setiaputra. Foto: IST
Irfan Setiaputra. Foto: IST

Irfan mengatakan, Garuda juga mencari sumber pendapatan baru dari bisnis kargo. Selama ini, Garuda banyak fokus di angkutan penumpang, dengan pendapatan dari segmen itu mencapai 90% dari total pendapatan Garuda dan sisanya dari angkutan kargo.

Di tengah pandemi, lanjut Irfan, Garuda semakin menggarap peluang di bisnis kargo, apalagi pendapatan dari penumpang anjlok.

“Saat ini porsi angkutan kargo sudah sekitar 20% dari kapasitas yang ada. Salah satu upaya mendongkrak angkutan kargo adalah meluncurkan KirimAja melalui lini usaha transportasi dan logistik, PT Aerojasa Cargo,” papar Irfan.

KirimAja merupakan layanan pengiriman barang berbasis aplikasi digital dengan jangkauan pengiriman ke sejumlah destinasi penerbangan yang dilayani oleh seluruh armada Garuda Indonesia, Citilink Indonesia, maupun pengiriman untuk wilayah Jabodetabek dan wilayah antarkota lainnya yang didukung oleh layanan Aerojasa Cargo.

Irfan menyatakan, keuntungan pengiriman barang melalui KirimAja adalah jangkauannya yang luas karena ditunjang oleh banyaknya penerbangan Garuda dan Citilink.

Selain itu, biaya dari tempat pengiriman barang ke bandara diharapkan lebih murah karena menggandeng komunitas.

“Kalau perusahaan logistik itu ada biaya first mile dari agen ke pesawat. Yang kami mau potong komponen biaya pertama, karena komponen biaya first mile paling masif,” imbuh Irfan. (en)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN