Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Armada Garuda Indonesia. Foto ilustrasi: DEFRIZAL

Armada Garuda Indonesia. Foto ilustrasi: DEFRIZAL

Tindak Lanjuti Temuan FAA

Garuda Indonesia Inspeksi B737-800 NG

Abdul Muslim, Rabu, 16 Oktober 2019 | 13:02 WIB

JAKARTA, investor.id - Garuda Indonesia telah menjalankan prosedur inspeksi dan pemeriksaan komprehensif terhadap armada B737-800 NG yang telah dioperasikan mencapai 30.000 siklus terbang sebagai tindak lanjut dari temuan Federal Aviation Administration (FAA)

Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia M Ikhsan Rosan, dalam keterangannya, di Jakarta, Rabu (16/10), mengatakan, temuan itu, yakni Continued Airworthiness Notification to the International Community (CANIC) mengenai imbauan pemeriksaan armada B737-800 NG (Next Generation).

“Garuda Indonesia telah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa pesawat yang memiliki 30.000 siklus terbang. Mayoritas pesawat Boeing Seri NG yang dioperasikan  Garuda Indonesia masih tergolong baru, sehingga banyak yang belum mencapai angka siklus terbang tersebut,” ujar Ikhsan.

Terdapat tiga unit Boeing NG yang sudah mencapai siklus terbang 30.000. Dari hasil pemeriksaan tersebut, Garuda Indonesia telah melakukan antisipasi grounded pada  satu unit B737-800 NG sejak 5 Oktober 2019 yang diduga mengalami keretakan pada pickle fork pesawat.

Saat ini, Garuda Indonesia juga tengah melakukan pemeriksaan lebih lanjut bersama Boeing.co sebagai pabrikan pesawat atas temuan tersebut.

"Kami juga terus melaksanakan koordinasi intensif bersama Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) Kementerian Perhubungan dalam menindaklanjuti laporan FAA tersebut, tentunya dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan penerbangan sesuai regulasi yang berlaku," katanya.

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan telah menginspeksi seluruh pesawat B737 NG (Boeing 737 NG) atas laporan FAA terhadap penemuan keretakan di badan pesawat jenis tersebut.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Polana B Pramesti, dalam keterangannya, menjelaskan, laporan FAA tersebut, yakni perihal kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan yang dipicu oleh laporan retak yang ditemukan pada frame fitting outboard chords and failsafe straps adjacent to the stringer S-18A straps, atau semacam rangka yang membentuk badan pesawat.

Hal itu dapat mengakibatkan kegagalan principal structural element (PSE) untuk mempertahankan batas beban.

“Kondisi ini dapat mempengaruhi integritas struktural pesawat dan mengakibatkan hilangnya kontrol pesawat,” ujar Polana.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA