Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
GMF. Foto: DAVID

GMF. Foto: DAVID

Garuda Jelaskan soal Onderdil Motor Besar yang Diangkut Pesawat Baru

Thresa Sandra Desfika, Selasa, 3 Desember 2019 | 18:28 WIB

JAKARTA, investor.id - Garuda Indonesia menjelaskan terkait informasi penyelundupan motor besar ke Bandara Soekarno Hatta, Tangerang bersamaan dengan kedatangan pesawat baru A330-900 Neo pada 17 November 2019.

VP Corporate Secretary Garuda Indonesia M Ikhsan Rosan menyampaikan, yang terjadi adalah adanya karyawan yang membawa beberapa sparepart atau onderdil motor besar dalam penerbangan tersebut.

"Pemeriksaan Bea Cukai tidak mengindikasikan adanya pelanggaran kepabeanan pada bagian kokpit dan kabin penumpang, namun pada bagasi ditemukan beberapa sparepart motor besar yang tidak diproduksi di Indonesia yang dibawa oleh salah satu karyawan yang onboard dalam penerbangan tersebut untuk ditindaklanjuti sesuai aturan kepabeanan yang berlaku," ungkap Ikhsan dalam keterangannya, Selasa (3/12).

Suku cadang motor besar yang dibawa oleh karyawan yang ada dalam pesawat tersebut juga, lanjut Ikhsan, telah melalui proses kepabeanan di Delivery Center Airbus di Toulouse, Prancis.

Sebelum melakukan pendaratan di Bandara internasional Soekarno Hatta, terang Ikhsan, Garuda Indonesia telah menyampaikan surat pemberitahuan dan permohonan izin kepada pihak otoritas bandara di mana Garuda Indonesia akan membawa pesawat tersebut langsung ke Garuda Maintenance Facility (GMF) dan akan melaksanakan segala prosedur keimigrasian dan kepabeanan di area GMF.

Menurut Ikhsan, onderdil motor besar tersebut dalam ketibaannya di GMF dilaporkan kepada petugas Bea Cukai untuk diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

"Karyawan Garuda Indonesia tersebut akan tunduk dan mematuhi segala aturan yang berlaku atas putusan dari kepabeanan misalnya harus membayar bea masuk atau prosedur-prosedur lain yang akan dikenakan. Spare part tersebut akan dipergunakan oleh karyawan tersebut dan bukan untuk diperjual belikan," imbuh Ikhsan.

Seperti layaknya peraturan kepabeanan yang berlaku di bandara-bandara internasional yang diterapkan kepada penumpang umum, hal demikian juga berlaku di GMF sebagai kawasan berikat.

"Garuda Indonesia menyerahkan sepenuhnya keputusan ini kepada Bea Cukai dan sesuai dengan komitmen perusahaan untuk mematuhi dan mengedepankan tata kelola perusahaan, maka Garuda Indonesia tunduk dan patuh atas segala ketentuan, peraturan serta prosedur yang ditetapkan oleh Bea Cukai," sebut Ikhsan.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA