Menu
Sign in
@ Contact
Search
Ilustrasi ekonomi Indonesia
Sumber: Antara

Ilustrasi ekonomi Indonesia Sumber: Antara

Gawat, Resesi Global Ancam Ekonomi RI

Rabu, 28 September 2022 | 01:57 WIB
Triyan Pangstuti (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id – Resesi ekonomi global tahun 2023 akan mengancam ekonomi Indonesia, karena dapat menggerus ekspor, mengikis harga komoditas, dan memicu defisit neraca perdagangan. Imbasnya, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) menyusut dan nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS.

Meski begitu, secara umum, ekonomi Indonesia masih bisa bertahan di tengah resesi global tahun depan. Sebab, kekuatan ekonomi domestik Indonesia masih kuat. Oleh sebab itu, pemerintah diminta mengucurkan bantuan sosial kepada masyarakat rentan demi meredam efek rambatan resesi global. Pemerintah juga perlu terus menggeber hilirisasi industri agar struktur ekspor didominasi produk bernilai tambah tinggi, bukan bahan mentah. 

Ekonom makro Bank Mandiri Faisal Rachman menyatakan, potensi Indonesia mengalami resesi masih sangat kecil. Alasannya, level keterbukaan ekonomi Indonesia tidak terlalu tinggi. "Artinya, mayoritas kegiatan ekonomi Indonesia ditopang oleh kegiatan ekonomi domestik seperti rumah tangga,” kata dia, Selasa (27/9/2022).

Akan tetapi, dia menyatakan, resesi akan mengikis ekspor, seiring turunnya harga komoditas dan memicu defisit neraca dagang. Selain itu, tekanan akan dirasakan oleh rupiah, karena investor cenderung mengalihkan dana ke safe haven, seperti dolar AS.

“Sektor usaha yang paling cepat terdampak adalah yang berorientasi ekspor, terutama terkait komoditas. Artinya, peluang yang harus digarap untuk pertumbuhan tahun depan adalah pasar domestik, dengan menjaga daya beli,” ucap dia.

Dia meminta pemerintah mempercepat hilirisasi dan meningkatkan peran indonesia di rantai pasok dunia. Selain itu, substitusi barang impor dengan produk dalam negeri harus digencarkan guna menahan defisit pada neraca dagang.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memprediksi ekonomi global jatuh ke jurang resesi di 2023. Hal ini dipicu kenaikan suku bunga acuan bank sentral di sejumlah negara yang diperkirakan menghambat pertumbuhan ekonomi. "Kenaikan suku bunga cukup esktrem bersama-sama, maka dunia pasti resesi pada 2023," ungkap Menkeu.

Pemerintah dan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI sudah menyepakati asumsi dasar makro dalam Rancangan Anggaran Belanja dan Pendapatan Negara (RAPBN) 2023, yakni pertumbuhan ekonomi  5,3%, dengan tingkat inflasi mencapai 3,6%. Kuartal II-2022, pertumbuhan ekonomi mencapai 5,4%.  

Senada, Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti menyatakan, dampak resesi global ke ekonomi nasional akan makin terasa tahun depan. Sekarang saja, imbasnya mulai terasa, terlihat pada harga energi yang makin mahal, pasokan pangan berkurang yang akan meningkatkan harga.

“Arrtinya, dampak resesi ke pertumbuhan ekonomi Indonesia akan signifikan, karena konsumsi menyumbang 57% dari PDB nasional,” kata dia.

Editor : Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com