Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
ki-ka: Kuncoro Wibowo selaku Direktur Utama PT Bhanda Ghara Reksa (Persero) dan Irnanda Laksanawan selaku Chairman Strategic Management & Digital Innovation Institute saat berbicara pada forum Executive & Leader Talk di Jakarta, Rabu (22/1/2020).

ki-ka: Kuncoro Wibowo selaku Direktur Utama PT Bhanda Ghara Reksa (Persero) dan Irnanda Laksanawan selaku Chairman Strategic Management & Digital Innovation Institute saat berbicara pada forum Executive & Leader Talk di Jakarta, Rabu (22/1/2020).

Generasi Milenial Dinilai Jadi Pendorong Utama Transformasi di Tubuh BUMN

Rabu, 22 Januari 2020 | 18:07 WIB
Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

Jakarta, investor.id – Budaya kerja di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dinilai telah banyak berubah. Bila dulu terkesan birokratis dan kaku, kini sudah makin dinamis, cepat bergerak dan menggandrungi teknologi. Sebagian besar BUMN bahkan telah mempersiapkan diri menghadapi era industri 4.0.

Perubahan ini tidak lepas dari kebijakan Kementerian BUMN yang telah memperbesar peran generasi milenial dalam menentukan arah dan visi bisnis di masing-masing BUMN.

Pandangan tersebut mengemuka dalam diskusi bertajuk "Executive & Leader Talk" yang digelar Itech di Jakarta pada Rabu, 22 Februari 2020. Forum yang mengangkat tema "Financial & Digital Technology" ini menarik kesimpulan bahwa, peran besar generasi milenial dalam menentukan arah bisnis BUMN telah berdampak positif pada meningkatnya daya saing BUMN. Bahkan dimasa datang BUMN kita diyakini akan mampu bersaing pada tingkat regional juga global.

Diskusi yang dipandu oleh Irnanda Laksanawan selaku Chairman Strategic Management & Digital Innovation Institute tersebut menghadirkan sederet pembicara yang merupakan praktisi digital BUMN yang terdiri dari; Indra Utoyo selaku Direktur Digital Teknologi Informasi & Operasi Bank BRI, lalu Kuncoro Wibowo selaku Direktur Utama PT Bhanda Ghara Reksa (Persero), Faisal R Djoemadi selaku Direktur Digital Business PT Telkom dan Tri Haryanto yang merupakan Sekjen Forum Teknologi Informasi (Forti) BUMN.

Irnanda yang juga mantan Deputi Menteri BUMN mengatakan, sifat generasi muda yang umumnya mudah bertransformasi, beraptasi, lebih kreatif dan inovatif merupakan kunci penting dalam transformasi BUMN dalam mengadopsi perkembangan digital. Apalagi saat ini menurutnya Kementerian BUMN telah memberikan peran strategis bagi lebih dari 50% karyawan BUMN yang berusia di bawah 35 tahun.

“Dalam waktu dekat mereka akan menjadi pemimpin-pemimpin BUMN sehingga akan men-drive bisnis perusahaan menjadi makin maju bahkan hingga tingkat global,” urainya.

Selain berdampak pada peningkatan daya saing dan pertumbuhan kinerja langkah BUMN yang cukup massif dalam mengadopsi perkembangan teknologi dan digitalisasi dikatakan Irnanda juga sangat positif dalam meningkatkan transparansi, akuntabilitas pengelolaan BUMN ke masyarakat dan pelanggannya.

“Dengan begitu BUMN tidak hanya mengambil keuntungan tetapi juga memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat mulai yang paling atas sampai yang paling bawah di desa-desa,” ujarnya.

Contoh kongkretnya dilakukan oleh BRI dengan layanan BRIlink-nya yang telah menjangkau hingga pelosok nusantara yang mencapai 400 ribu BRIlink dengan perputaran dana mencapai 670 triliun.

Sementara penerapan teknologi dan digitalisasi dalam tubuh PT Bhanda Ghara Reksa (Persero) dinilai telah berdampak positif terhadap pertumbuhan kinerja perusahaan yang bergerak di bidang jasa logistik.

Disampaikan Direktur Utama PT Bhanda Ghara Reksa (Persero), Kuncoro Wibowo, pihaknya telah mengimplementasikan teknologi dan digitalisasi layanan baik pada level front end maupun back end.

Kami telah mengedepankan serivice digital, kita tahu di bisnis logistik jarang mengedepankan layanan digital. Kita sudah ke arah sana sehingga memberikan nilai tambah pada pelanggan kami,” urai Kuncoro.

Salah satu nilai tambah yang disebut Koncoro yaitu sistem tracking, dimana pelanggan bisa melihat posisi atau keberadaan truk dan mereka kapanpun sehingga otomatis mendatangkan rasa aman dan nyaman bagi pelanggan.

 

 

 

 

 

Editor : Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN