Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
golden energy mines

golden energy mines

ANJLOK 52%

Golden Energy Mines Raih Laba Bersih US$ 45,53 Juta

Nabil Al Faruq, Senin, 18 November 2019 | 14:22 WIB

JAKARTA, investor.id — PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 45,53 juta hingga kuartal III-2019, anjlok 52,79% dibandingkan periode sama tahun lalu US$ 96,45 juta.

Manajemen Golden Energy mengungkapkan, perseroan mencatatkan penurunan pada penjualan neto sebesar US$ 752,17 juta, turun 1,94% dari periode sama tahun sebelumnya Rp US$ 767,06 juta. “Laba bruto kami juga turun menjadi US$ 248,14 juta dibanding US$ 289,18 juta pada periode sama tahun lalu,” demikian manajemen Golden Energy dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (18/11).

Menurut manajemen Golden Energy, laba usaha perseroan tergerus 43,36% menjadi US$ 77,31 juta dibandingkan periode sama tahun silam US$ 136,50 juta. Penurunan tersebut disebabkan kenaikan beban penjualan dari US$ 101,64 juta menjadi US$ 120,85 juta.

Laba sebelum pajak penghasilan (PPh) Golden Energy menyusut 46,72% dari US$ 131,74 juta menjadi US$ 70,18 juta. Secara total aset, perseroan memperoleh US$ 773,04 juta per 30 September 2019, meningkat dari periode 31 Desember 2018 yang mencatatkan US$ 701,04 juta.

Dilansir dari Investor Daily, Golden Energy Mines tengah menargetkan volume produksi batu bara tahun ini sebanyak 28 juta ton, dengan proyeksi penjualan 25 juta ton.

Untuk mendukung target tersebut, emiten berkode saham GEMS ini menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar US$ 33 juta, meningkat dibandingkan tahun lalu US$ 19,8 juta. Capex berasal dari kas internal dan pinjaman bank dengan komposisi berkisar 70-80%.

Perseroan telah menggunakan capex untuk menyelesaikan pembangunan jalan pengangkut batu bara (hauling) sepanjang 22 km, yang pada tahun sebelumnya baru terselesaikan sepanjang 2 km. Selain itu, perseroan akan meningkatkan kapasitas mesin penghancur (crushing plant) dan conveyor pemuatan (loading conveyor) di area tambang anak usaha, PT Borneo Indobara (BIB). Ini dilakukan demi meningkatkan volume produksi dan mendukung keamanan operasional tambang.

Sementara itu, PT BIB dan anak usaha lainnya, PT Barasentosa Lestari (BSL), mendapatkan pinjaman senilai US$ 32 juta dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI). Pinjaman tersebut akan digunakan untuk membayar utang.

Pinjaman tersebut memiliki tingkat bunga London Inter-Bank Offered Rate (LIBOR) 3 bulan dan 4,25%. Jatuh temponya pada 9 Agustus 2024 atau bertenor lima tahun. “Pinjaman ini akan digunakan untuk pelunasan existing BSL pada ICICI Bank cabang Bahrain,” ujar manajemen Golden Energy Mines.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA