Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Perry Warjiyo. Foto: IST

Perry Warjiyo. Foto: IST

BERTEMU INVESTOR JEPANG

Gubernur BI: Kini Kesempatan Baik untuk Investasi di Indonesia

Nasori, Senin, 9 September 2019 | 09:55 WIB

JAKARTA – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo meyakinkan para investor Jepang bahwa saat ini adalah kesempatan yang baik untuk melakukan investasi di Indonesia. Hal tersebut dilakukan oleh orang nomor satu di bank sentral itu sembari memaparkan tiga alasan utama.

"Pertama, kondisi Indonesia masih tetap stabil di tengah berbagai tantangan perekonomian global. Hal itu tercermin dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap positif dan stabilitas sistem keuangan yang terjaga," ujar Perry dalam pertemuan dengan para pelaku pasar keuangan dan investor di Tokyo, akhir pekan lalu.

Kedua, lanjut dia, komitmen kuat pemerintah untuk mengakselerasi reformasi struktural, termasuk di infrastruktur, industri, fiskal, hingga ekonomi dan keuangan digital. Da ketiga, komitmen Bank Indonesia untuk berkontribusi nyata bagi perekonomian Indonesia melalui bauran kebijakan.

Pertemuan dengan pelaku pasar di Jepang tersebut merupakan rangkaian dari kunjungan Gubernur BI ke Tokyo dalam rangka pengukuhan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tokyo, Causa Iman Karana.

Upacara pengukuhan dihadiri pula oleh para tokoh dan stakeholders utama Bank Indonesia di Jepang, antara lain Bank of Japan, Financial Service Agency, International Monetary Fund, Asian Development Bank Institute, International University of Japan, SMBC Nikko Securities, SMBC Bank, MUFG Bank, dan Nomura Securities.

Dalam kesempatan kunjungannnya di Tokyo, Gubernur Bank Indonesia juga melakukan pertemuan dengan Gubernur Bank of Japan (BoJ) Haruhiko Kuroda, untuk berdiskusi mengenai kebijakan bank sentral, khususnya bauran kebijakan, di tengah dinamika ekonomi yang terjadi. Gubernur BI juga menyerahkan buku Central Bank Policy: Theory and Practice yang ditulisnya kepada Gubernur Kuroda sebagai tanda mata.

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat, dari total realisasi investasi penanaman modal asing (PMA) selama semester I-2019 yang mencapai US$ 14,2 miliar atau sekitar Rp 212,8 triliun, Jepang menempati posisi kedua terbesar dengan nilai investasi US$ 2,4 miliar (16,9%). Negeri Sakura ini hanya kalah dari Singapura yang pada periode tersebut merealisasikan investasi hingga US$ 3,4 miliar (23,9%).

Sementara tiga negara lainnya yang masuk dalam lima besar negara dengan realisasi investasi terbesar berturut-turut adalah Tiongkok sebesar US$ 2,3 miliar (16,2%), Hong Kong sebesar US$ 1,3 miliar (9,2%), dan Malaysia sebesar US$ 1,0 miliar (7,0%).

Kepala BKPM Thomas Lembong sebelumnya mengumumkan, realisasi investasi periode semester I-2019 mencapai Rp 395,6 triliun, terdiri atas realisasi penanam modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp 182,8 triliun (naik 16,4%) dan realisasi PMA sebesar Rp 212,8 triliun (naik 4,0%) dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Investasi ini mampu menyerap tenaga kerja hingga 490.715 tenaga kerja Indonesia.

”Realisasi investasi periode Januari-Juni 2019 masih didominasi sektor infrastruktur seperti transportasi, telekomunikasi, pembangkit listrik, dan konstruksi. Terlihat juga bahwa investasi infrastruktur yang membutuhkan anggaran besar dan sifatnya multi-years, tetap ada realisasinya dengan kondisi ekonomi global dan regional yang penuh tantangan dan ketidakpastian,” ujar Thomas.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA