Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gubernur Bank Indonesia (BI Perry Warjiyo

Gubernur Bank Indonesia (BI Perry Warjiyo

Gubernur BI: Pemulihan Ekonomi Sudah pada Jalur Positif dan Terus Berlanjut

Kamis, 21 Oktober 2021 | 13:42 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo meyakini pemulihan ekonomi sudah berada pada jalur positif dan akan terus berlanjut. Perbaikan ini juga perlu didorong untuk mengejar investasi guna mendukung pemulihan ekonomi nasional.

“Kita mampu memajukan optimisme pemulihan ekonomi nasional yang sangat kuat, kita sudah menangani pandemi dan insya Allah perbaikan ekonomi berlanjut. Kami perkirakan ekonomi Indonesia akhir tahun bisa tumbuh antara 3,5-4,3% yang didukung kinerja ekspor yang sangat bagus, investasi yang kuat dan tentu saja stimulus kebijakan fiskal pemerintah dan stimulus dari Bank Indonesia,” ujar Perry dalam The Third West Java Investment Summit (WJIS) 2021, Kamis (21/10/2021).

Ia menjelaskan, untuk mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan maka pemerintah terus berkomitmen melakukan reformasi struktural, salah satunya melalui penerbitan UU Cipta Kerja.

“(UU Cipta Kerja) mendorong investasi di Indonesia, hilirisasi manufaktur, sumber daya alam, integrasi mata rantai pasokan lokal global dan dorong UMKM dan Indonesia juga sudah membentuk Indonesia Investment Authority (INA),” tuturnya.

Menurut Perry, kinerja investasi Indonesia sudah menunjukkan indikasi meningkat yang didukung perbaikan kinerja ekonomi. Di sisi lain Indonesia terus menawarkan berbagai proyek investasi infrastruktur yang potensial dan menjanjikan di tingkat nasional, daerah provinsi hingga ke kota-kota.

“Investasi di Indonesia indikasi meningkat, tercermin dari membaiknya kinerja ekonomi, manufaktur, pertanian, komunikasi, dan sejumlah sektor yang lain. BI mendukung upaya-upaya pemerintah untuk meningkatkan kinerja investasi,” jelas dia.

Di samping itu, untuk sisi pembiayaan, dia mengaku bersyukur atas capaian pemerintah yang berhasil menerbitkan global green sukuk sebanyak empat kali, sejak tahun 2018 dengan toal penerbitan US$ 3,5 miliar dan selalu oversubscribed.

Kemudian yang ketiga, faktor cepatnya akselerasi digitalisasi ekonomi dan keuangan nasional selama masa pandemi covid-19 menyebababkan peningaktan preferensi masyarakat untuk belanja secara online.

“Preferensi belanja online semakin naik dan tentu saja perluasan sarana instrumen pembayaran secara digital,” ujarnya.

Ia memperkirakan nilai transaksi e-commerce dan uang elektronik pada 2021 akan tumbuh sangat tinggi masing-masing 48,4% dan 35,7%. Begitu pula perbankan digital transaksi-transaksi ekonomi keuangan yang dilayani secara digital oleh perbankan tahun ini diperkirakan tumbuh 30,1%.

“BI merasa bersyukur dan juga menyatakan komitmennya yang sangat kuat dalam digitalisasi sistem pembayaran untuk akselerasi dan sekaligus integrasikan ekonomi dan keuangan digital secara nasional,” kata dia.

Untuk mendukung akselerasi digitalisasi, BI bersama perbankan dan industri sistem pembayaran telah meluncurkan QRIS dan capaiannya terus meningkat. Hingga kini, QRIS sudah terhubung dengan 11,4 juta merchant yang sebagian besar adalah UMKM.

“Insya Allah naik terus di tahun-tahun akan datang. Pada HUT RI kemarin fiturnya diperluas dan kerja sama dengan thai untuk sambungkan QRIS dengan quick response di Thailand, sehingga bisa dilakukan kedua negara. Fasilitasi transaksi pembayaran untuk kedua negara,” jelas Perry.

Editor : Thomas Harefa (thomas@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN