Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Angkasa Pura (AP) I (Persero) dan PT Gudang Garam Tbk meneken memorandum of understanding (MoU) kerja sama pengusahaan Bandara Dhoho di Kediri, Jawa Timur pada Selasa (10/3).

PT Angkasa Pura (AP) I (Persero) dan PT Gudang Garam Tbk meneken memorandum of understanding (MoU) kerja sama pengusahaan Bandara Dhoho di Kediri, Jawa Timur pada Selasa (10/3).

Gudang Garam-AP I Teken MoU Rencana Kerja Sama Bandara Kediri

Thresa Sandra Desfika, Selasa, 10 Maret 2020 | 20:07 WIB

JAKARTA, investor.id - PT Angkasa Pura (AP) I (Persero) dan PT Gudang Garam Tbk meneken memorandum of understanding (MoU) kerja sama pengusahaan Bandara Dhoho di Kediri, Jawa Timur pada Selasa (10/3). Dengan MoU itu, kedua pihak sepakat mengkaji potensi kerja sama pengusahaan bandara yang termasuk dalam proyek strategis nasional tersebut.

Adapun peletakan batu pertama Bandara Dhoho ditargetkan terlaksana pada 15 April 2020 dan pembangunannya diharapkan selesai pada 2022 dengan investasi berkisar Rp6-9 triliun.

Direktur Utama AP I Faik Fahmi menyampaikan, secara garis besar, konsep besar kerja sama pengusahaan Bandara Dhoho ini berpatokan pada Gudang Garam sebagai investor yang akan mendanai pembangunan Bandara Dhoho dan AP I bakal memainkan perannya sebagai pengelola bandara tersebut. Kemudian, setelah ada MoU ini, maka kedua pihak bakal merancang secara lebih detail model kerja sama pengusahaan bandara itu.

"Dengan penandatanganan MoU ini, kedua perusahaan segera menyusun kajian model kerja sama yang paling sesuai dengan kompetensi masing-masing pihak," kata Faik di sela acara penandatanganan MoU Kerja Sama Pengusahaan Bandara Dhoho yang dilaksanakan di Jakarta, Selasa (10/3).

Faik menyatakan, Bandara Dhoho di Kediri sangat potensial karena dapat menjadi alternatif untuk penerbangan dari dan ke Jawa Timur setelah Bandara Internasional Juanda di Surabaya.  Adapun Bandara Juanda memiliki kapasitas 16 juta penumpang per tahun. Sedangkan, pada 2018, realisasi lalu lintas penumpang di bandara tersebut mencapai 21 juta orang.

Karena itu, lanjut Faik, pihaknya berkomitmen menjadikan Bandara Dhoho sebagai bagian dari sistem multibandara di Jawa Timur.

"Bandara di Kediri ini dapat menjadi alternatif bandara yang akan dapat menjadi gerbang kedua di wilayah Jawa Timur, terutama dapat membuka area ke wilayah Tulung Agung, Blitar, Ponorogo, Trenggalek, Madiun, Magetan, dan lain lain," terang Faik Fahmi.

Menurut Faik, Bandara Dhoho ini rencananya dibangun di Desa Grogol, Kecamatan Grogol dan Desa Bulusari, Kecamatan Tarokan Kabupaten Kediri. Jarak Desa Grogol ke pusat Kota Kediri sekitar 13 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 30 menit. Sedangkan,  jarak dari Bandara Juanda sekitar 120 km dengan waktu tempuh 1,5 - 2 jam perjalanan via jalan tol. Sedangkan, jarak dari Bandara Abdurahman Saleh, Malang sekitar 87 km dengan waktu tempuh perjalanan darat 3 - 4 jam.

"Kami optimistis melalui langkah pengusahaan ini akan semakin memperkuat portofolio Angkasa Pura I sebagai perusahaan pengelola bandara kelas dunia serta ikut mewujudkan konektivitas udara, khususnya di Jawa Timur," tambah Faik Fahmi.

Pada tahap awal, Bandara Dhoho direncanakan dibangun seluas 13.558 meter persegi dari luas total lahan bandara hampir 400 hektar dengan dimensi runway 2.400 meter x 45 meter untuk kapasitas 1,5 juta penumpang per tahun. Selanjutnya, bandara bakal dikembangkan dengan landasan pacu sepanjang 3.300 meter dan terminal berkapasitas 5 juta penumpang per tahun.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN