Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
MV NIKA ditangkap oleh KP. Orca 03 dan KP. Orca 02 pada Jumat (12/7) di perairan Zona Ekonomi Ekslusif Indonesia (ZEEI) Selat Malaka. Foto ilustrasi: KKP

MV NIKA ditangkap oleh KP. Orca 03 dan KP. Orca 02 pada Jumat (12/7) di perairan Zona Ekonomi Ekslusif Indonesia (ZEEI) Selat Malaka. Foto ilustrasi: KKP

Guinea Bissau Ingin Belajar Teknologi Pemberantasan Illegal Fishing

Jumat, 14 Februari 2020 | 23:47 WIB
Ridho Syukra (ridho.syukra@beritasatumedia.com )

JAKARTA, investor.id - Guinea Bissau yang merupakan salah satu negara Afrika Barat mengaku kagum dengan sarana dan teknologi yang digunakan Indonesia untuk memberantas Illegal Fishing.

Duta Besar Guinea Bissau untuk Indonesia Carlos Antonio Moreno mengatakan, Indonesia sudah menerapkan teknologi yang sangat maju dan modern dalam memberantas illegal fishing, sangat berbeda dengan teknologi yang diterapkan di Guinea Bissau.

Semua kapal yang ada di perairan Indonesia bisa dipantau di Pusat Pengendalian Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Ia juga menyampaikan keinginan pemerintah Guinea Bissau untuk belajar dari Indonesia dalam mengembangkan teknologi pemantauan kapal perikanannya dan sangat diperlukan.

“Kami akan senang jika Indonesia mau berbagi tentang teknologi, bisa saja tenaga ahli Indonesia datang ke tempat kami atau staf kami bisa diperbolehkan belajar di Indonesia,” ujar dia di Jakarta, Jumat (14/2).

Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP Nilanto Perbowo. Foto: beritasatu.com
Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP Nilanto Perbowo. Foto: beritasatu.com

Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan KKP Nilanto Perbowo mengatakan pihaknya menyambut dengan tangan terbuka dan mempersilahkan pemerintah Guinea Bissau untuk belajar.mereka juga mengusulkan skema sharing knowledge yang ingin dilakukan dalam rangka memperkuat sistem pengendalian kapal perikanan di Guinea Bissau.

Pihaknya sangat terbuka untuk bekerjasama, termasuk dalam berbagai pengetahuan tentang teknologi pemantauan kapal perikanan.

Pusat Pengendalian Kapal yang dimiliki KKP sendiri memang bagian penting dalam integrated surveillance system yang dibangun.

Pusat pengendalian Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan dioperasikan selama 24 jam dan berbagai data kunci dikumpulkan serta dianalisa dengan baik yang berasal dari Vessel Monitoring System (VMS), Automatic Identifaction System (AIS), radar dan informasi yang disampaikan masyarakat.

Selain melihat pusat pengendalian, Duta Besar Guinea Bissau juga mengunjungi Galeri Barang Muatan Kapal Tenggelam yang terletak  di Gedung Mina Bahari IV Kantor KKP.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN