Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Direktur PT Astra Agro Lestari Tbk, Santosa  (kanan) didampingi Vice President Of Communications  PT Astra Agro Lestari Tbk Tofan Mahdi saat berbincang-bincang dengan media di acara tahunan bertajuk Talk to the CEO di Bogor (18/2/2020). Foto: Investor Daily/Gora Kunjana

Presiden Direktur PT Astra Agro Lestari Tbk, Santosa (kanan) didampingi Vice President Of Communications PT Astra Agro Lestari Tbk Tofan Mahdi saat berbincang-bincang dengan media di acara tahunan bertajuk Talk to the CEO di Bogor (18/2/2020). Foto: Investor Daily/Gora Kunjana

Hadapi Tantangan Global, Astra Agro Manfaatkan Kecanggihan Teknologi Digital

Ridho Syukra, Rabu, 19 Februari 2020 | 19:42 WIB

BOGOR,investor.id - PT Astra Agro Lestari Tbk terus melakukan inovasi untuk operasional perusahaan dengan memanfaatkan kemajuan dan keunggulan teknologi 4.0.

Perkembangan teknologi 4.0 sudah masuk ke dalam semua lini bisnis termasuk bisnis kelapa sawit, saat ini, Astra Agro telah mengembangkan beberapa aplikasi berbasis digital untuk mempermudah dan meningkatkan kinerja perusahaan.

Presiden Direktur PT Astra Agro Lestari Tbk Santosa mengatakan, perkembangan teknologi digital harus dimanfaatkan dengan seoptimal mungkin agar bisa berdaya saing.

Presiden Direktur PT Astra Agro Lestari Tbk, Santosa saat berbincang-bincang dengan media di acara tahunan bertajuk Talk to the CEO di Bogor (18/2/2020). Foto: Investor Daily/Gora Kunjana
Presiden Direktur PT Astra Agro Lestari Tbk, Santosa saat berbincang-bincang dengan media di acara tahunan bertajuk Talk to the CEO di Bogor (18/2/2020). Foto: Investor Daily/Gora Kunjana

Dengan kemajuan teknologi dan didukung kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas maka pihaknya sudah mengembangkan aplikasi yang diberi nama Melli (mill excellent indicator).

Aplikasi Melli ini berguna untuk memasok data yang cepat dan akurat mengenai indicator-indikator yang ada di pabrik kelapa sawit, pasokan data sangat diperlukan untuk melakukan analisa dan permasalahan yang ada di pabrik.

Astra Agro Lestari menggunakan teknologi face recognation tuk presensi karyawan kebun sawit. Foto: dok Astra Agro
Astra Agro Lestari menggunakan teknologi face recognation tuk presensi karyawan kebun sawit. Foto: dok Astra Agro

Di samping itu, papar Santosa, Astra Agro juga mengembangkan apikasi Amanda (Aplikasi Mandor) yang bertujuan untuk menjawab tantangan pelaksanaan kegiatan operasional yang sesuai dengan standar Astra Agro.

Ada juga aplikasi dengan nama Dinda (Daily Indicator of Astra Agro) yang fokus pada pengembangan model sistem yang mendukung konsep operasional excellent.

“Aplikasi-aplikasi yang kami kembangkan, semuanya bertujuan untuk meningkatkan kegiatan operasional perusahaan selain itu juga sejalan dengan komitmen pemerintah agar mengikuti perkembangan teknologi 4.0.” ujar Santosa dalam acara “ Talk to The CEO, di Bogor, Selasa (18/2/2020).

Aplikasi Dinda (Daily Indicator of Astra Agro) yang fokus pada pengembangan model sistem yang mendukung konsep operasional excellent. Foto: dok. Astra Agro
Aplikasi Dinda (Daily Indicator of Astra Agro) yang fokus pada pengembangan model sistem yang mendukung konsep operasional excellent. Foto: dok. Astra Agro

Semua aplikasi yang dikembangkan ini, dioperasikan melalui Operation of Astra Agro yang merupakan sistem induk dengan basis informasi real time.

Ia mengatakan setiap unit bisnis yang tergabung dalam grup Astra sudah menggunakan kecanggihan teknologi, Astra Agro juga tidak mau ketinggalan.

Dengan aplikasi yang dikembangkan maka akan menambah daya saing perusahaan sehingga produksi bisa meningkat dan semua yang terlibat di dalamnya senang dan bahagia.

Memasuki tahun 2020, Santosa semakin optimistis melihat pasar karena harga tandan atau buah segar kelapa sawit mulai naik.

Ia belum bisa memperkirakan berapa harga minyak mentah untuk tahun ini tetapi sudah ada gambaran, harganya akan membaik karena perekonomian global sudah stabil.

Santosa menjelaskan pasar global memang misteri karena tidak bisa ditentukan apakah membaik atau krisis, kunci agar perusahaan bertahan yaitu dengan melakukan inovasi.

Pengembangan aplikasi teknologi digital yang dikembangkan astra agro merupakan solusi untuk menjawab tantangan ekonomi global.

“Kami sudah siapkan senjata sebelum bertempur, dengan adanya aplikasi digital kami tidak khawatir lagi menghadapi tantangan,” ujar dia.

Ruangan aplikasi yang diberi nama Melli (mill excellent indicator). Foto: dok. Astra Agro
Ruangan aplikasi yang diberi nama Melli (mill excellent indicator). Foto: dok. Astra Agro

Ia mengatakan, adanya wabah virus korona di Tiongkok tidak terlalu mempengaruhi Astra Agro karena Tiongkok bukan pasar utama ekspor.

Pasar utama ekspor perusahaan adalah negara di Asia Selatan terutama di India, permintaan CPO di India terus tumbuh dalam 3 tahun terakhir ini.

“Tiongkok kena virus korona tidak ada masalah, justru kami lebih banyak melakukan ekspor ke India,” ujar dia.

Astra Agro juga banyak melakukan penelitian dan pengembangan pengelolaan industri kelapa sawit dan Astra Agro sudah menandatangani kerjasama dengan dua lembaga pendidikan yaitu Kampus Universitas Komputer (Unikom) Indonesia, Bandung dan Institut Pertanian Stiper, Yogyakarta.

Kerjasama dengan kedua lembaga pendidikan tersebut bertujuan untuk mengembangkan potensi serta keunggulan sawit dan akan melakukan riset riset dan kajian yang bisa dimanfaatkan untuk pengembangan teknologi digital.

Inggris Sedang Dilirik

Kebun Sawit. Foto ilustrasi: DEFRIZAL
Kebun Sawit. Foto ilustrasi: DEFRIZAL

Santosa mengatakan sejak Inggris keluar dari Uni Eropa, potensi pasarnya terus dilirik pelaku usaha sawit termasuk Astra Agro.

Pihaknya sedang mempelajari kebutuhan sawit di Inggris, apakah sawit Indonesia masuk kategori layak atau perlu ditingkatkan lagi kualitasnya.

Sejauh ini, pemerintah Indonesia terus memperkuat kerjasama dengan Inggris dan terus membuka peluang pasar baru.

Santosa mengatakan pemerintah Inggris pernah menyatakan ketertarikannya ingin membeli sawit Indonesia tetapi sebelum dibeli harus dilihat kualitasnya.

Astra Agro siap menjajaki Inggris dan akan memperbaiki kualitas produk sehingga digemari negara mitra.

"Inggris merupakan pasar menjanjikan yang tidak boleh disia-siakan," ungkap dia. (gr)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN