Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Tambang batu bara. Foto ilustrasi: Beritasatuphoto/M DEFRIZAL

Tambang batu bara. Foto ilustrasi: Beritasatuphoto/M DEFRIZAL

Harga Batu Bara April Terimbas Covid-19

Rangga Prakoso, Senin, 6 April 2020 | 19:48 WIB

JAKARTA, investor.id  - Pandemi Covid-19 berimbas pada permintaan batu bara dunia yang membuat harga sedikit terkoreksi. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan Harga Batu Bara Acuan (HBA) periode April 2020 sebesar US$ 65,77/ton. Harga tersebut lebih rendah dibandingkan Maret yang berada di posisi US$ 67,08/ton.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi mengatakan harga batu bara pada April ini terkena dampak dari pandemi Covid-19. Besaran HBA yang ditetapkan April ini lebih rendah US$1,31/ton dibandingkan Maret kemarin. "HBA April ditetapkan US$65,77/ton," kata Agung di Jakarta, Senin (6/4).

Agung menerangkan permintaan batu bara dunia berkurang seiring rendahnya tingkat konsumsi listrik di sejumlah negara yang terdampak Covid-19. Kondisi pasar batu bara internasional yang over suplai mempengaruhi index perdagangan. Kementerian ESDM dalam menetapkan HBA merujuk Indonesia Coal Index (ICI), Newcastle Export Index (NEX), Globalcoal Newcastle Index (GCNC), dan Platt's 5900 pada bulan sebelumnya.

“Rata-rata index bulanan ICI turun 2,66%, Platt's turun 2,75%, GCNC turun 1,77%, NEX turun 0,66%. Karena keempatnya mengalami penurunan maka HBA yang dipengaruhi keempat index tersebut dipastikan juga ikut turun,” ujarnya.

Dikatakannya konsumsi listrik menurun seiring dengan kebijakan Work From Home di beberapa negara. Kebijakan itu menekan penggunaan listrik di beberapa ibukota dan pusat bisnis. Lantaran kebutuhan listrik berkurang maka serapan batu bara untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) pun menurun.

Berdasarkan catatan Investor Daily; harga batu bara sejak akhir 2019 berada di kisaran US$ 60-an/ton. Pada Desember 2019 HBA berada di level US$ 66,30/ton. Kemudian di awal 2020 harga batu bara sedikit terkoreksi menjadi US$ 65,93. Kemudian di Februari HBA mulai menguat di posisi US$ 66,89/ton. Tren penguatan itu berlanjut di bulan berikutnya sehingga HBA ditetapkan sebesar US$67,08/ton.

Secara terpisah, Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI) Hendra Sinadia menuturkan kondisi pasar global kian tak menentu akibat pengaruh Covid-19. Dia belum berani memperkirakan pergerakan harga batu bara dalam beberapa bulan ke depan. "Masih sulit diprediksi, apalagi dengan perkembangan virus Covid-19 ini," ujarnya.

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN