Menu
Sign in
@ Contact
Search
Pengisian BBM di SPBU

Pengisian BBM di SPBU

Harga BBM Nonsubsidi Naik, Produk Pertamina Tetap Termurah

Kamis, 1 Des 2022 | 21:23 WIB
Rangga Prakoso (rangga.prakoso@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id  - Per 1 Desember, harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi mengalami kenaikan, baik milik PT Pertamina (Persero) perusahaan swasta lainnya seperti Shell dan B-AKR. Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menjadi salah satu penyebab kenaikan harga tersebut. Meski demikian, harga BBM yang dijual Pertamina masih yang termurah.

"Menurut pengamatan saya, harga rata-rata minyak mentah pada periode Oktober hingga November cenderung stabil di level US$ 80-an. Kurs yang menjadi pemberatnya sehingga ada penyesuaian harga BBM nonsubsidi," kata Direktur Eksekutif Reforminer Institute Komaidi Notonegoro kepada Investor Daily di Jakarta, Kamis (1/12).

Baca juga: Ini Manfaat Gunakan BBM RON Tinggi saat Mudik Nataru

Adapun formula harga BBM nonsubsidi merujuk pada Keputusan Menteri ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022. Dalam beleid itu disebutkan perhitungan menggunakan rata-rata harga publikasi MOPS atau Argus, dengan satuan US$ per barel periode tanggal 25 pada 2 bulan sebelumnya sampai dengan tanggal 24 satu bulan sebelumnya untuk penetapan bulan berjalan. Formula yang sama juga diterapkan dalam menetapkan nilai tukar rupiah.

Advertisement

 

Pada awal Desember ini badan usaha penyalur BBM menyesuaikan harga BBM non subsidi. Hanya BBM dengan oktan (RON) 92 produk Pertamina yakni Pertamax yang tidak naik alias tetap dibandrol Rp 13.900 per liter untuk wilayah Aceh, Jawa, Bali dan Nusa Tenggara. Sementara itu bensin RON 92 milik Shell yakni Shell Super naik Rp 630 per liter menjadi Rp 14.180 per liter. Pada awal November kemarin Shell Super tercatat paling murah sebesar Rp 13.550 per liter.

Baca juga: Antusias, 8.000 Peserta Ikuti Pertamina Eco Run Fest 2022

Bensin dengan RON 95 yang dijual Shell yakni Shell V-Power naik Rp 890 menjadi Rp 15.100 per liter. Pada November kemarin dibandrol Rp14.210 per liter. Sedangkan bensin yang dijual BP-Akr yakni BP Ultimate naik Rp 890 per liter menjadi Rp 15.100 per liter. Pada November kemarin dibandrol Rp 14.210 per liter.

Sementara itu bensin RON 98 yang dijual Pertamina yakni Pertamax Turbo naik Rp 900 per liter menjadi Rp 15.200 per liter. Pada awal November kemarin Pertamax Turbo dibandrol Rp 14.300 per liter. Sedangkan bensin serupa produk Shell yakni Shell V-Power Nitro+ naik Rp 970 per liter menjadi Rp 15.530 per liter. Pada November kemarin Shell V-Power Nitro+ dibandrol Rp 14.560 per liter.

Baca juga: Pertamina Kucurkan Rp 5,6 M untuk 25 Desa Energi Berdikari

Kenaikan harga juga terjadi untuk bahan bakar Solar non subsidi. Solar dengan cetane (CN) 51 yang dijual Pertamina yakni Dexlite naik Rp 300 per liter menjadi Rp 18.300. pada November kemarin Dexlite dibandrol Rp 18.000 per liter.

Kemudian Solar dengan CN 53 yang dikenal Pertamina Dex naik Rp 350 per liter menjadi Rp 18.800 per liter. Pada November Pertamina Dex kemarin dibandrol Rp 18.550 per liter. Sedangkan Solar produk Shell yakni Shell V-Power Diesel juga naik Rp 340 per liter menjadi Rp 19.180 per liter. Pada November kemarin dibandrol Rp 18.840 per liter. Untuk produk BP-AKR yakni BP Diesel naik Rp 280 per liter menjadi Rp 18.660 per liter. Pada November kemarin seharga Rp 18.380 per liter.

Editor : Euis Rita Hartati (euis_somadi@yahoo.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com