Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Cabai merah dikeringkan. Foto ilustrasi: Investor Daily/Gora Kunjana

Cabai merah dikeringkan. Foto ilustrasi: Investor Daily/Gora Kunjana

Harga Cabai Merah-Ikan Segar Picu Inflasi Juni 0.55%

Senin, 1 Juli 2019 | 15:18 WIB
GR

JAKARTA, investor.id- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat harga cabai merah dan ikan segar yang tinggi menjadi pemicu laju inflasi pada Juni 2019 sebesar 0,55%.

"Kenaikan harga cabai merah dan ikan segar menjadi penyumbang inflasi karena cuaca yang kurang mendukung," kata Kepala BPS Suhariyanto di Jakarta, Senin.

Suhariyanto –seperti dilansir Antara-- mengatakan bahwa cabai merah memberikan andil inflasi sebesar 0,20% dan ikan segar menyumbang andil inflasi 0,05%.

Kelompok bahan makanan yang juga memberikan sumbangan inflasi pada periode ini adalah harga sayur mayur seperti tomat yang masih mengalami kenaikan harga.

Dari kelompok sandang, inflasi pada Juni 2019 juga dipengaruhi oleh tingginya harga emas perhiasan yang memberikan andil terhadap inflasi sebesar 0,02%.

"Kenaikan harga emas perhiasan cukup signifikan, ini terjadi di 76 kota yang dipantau, dengan kenaikan harga tertinggi di Serang mencapai enam persen serta Tarakan dan Ternate lima persen," ujarnya.

Suhariyanto. Foto: IST
Suhariyanto. Foto: IST


Meski demikian, terdapat harga beberapa kelompok bahan pangan yang turun dan menjadi penghambat tingginya inflasi pada Juni 2019.

Bahan makanan yang menyumbang deflasi antara lain bawang putih yang menyumbang andil terhadap deflasi 0,06% serta daging ayam ras dan telur ayam ras masing-masing 0,02%.

"Harga bawang putih mulai turun, karena impornya cukup besar," kata Suhariyanto.

Kelompok lainnya yang menyumbang deflasi adalah kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan yang dipengaruhi oleh penurunan tarif angkutan udara.

Menurut Suhariyanto, tarif angkutan udara memberikan sumbangan deflasi 0,04% karena kebijakan pemerintah untuk menurunkan harga tiket pesawat mulai memperlihatkan hasil.

"Dari 82 kota, tarif angkutan udara turun di 32 kota. Contohnya di Makassar turun 12% dibandingkan bulan sebelumnya dan Batam turun 11%," ujarnya.

Dengan inflasi Juni 2019 tercatat 0,55%, maka laju inflasi tahun kalender tercatat sebesar 2,05% dan laju inflasi tahun ke tahun (yoy) sebesar 3,28%.

"Inflasi sampai Juni 2019 masih dibawah target dan termasuk terkendali karena berbagai program yang dilaksanakan pemerintah cukup berhasil," kata Suhariyanto.

Dalam kesempatan ini, BPS juga mencatat sebanyak 76 kota mengalami inflasi dan hanya enam kota menyumbang deflasi pada Juni 2019.

Inflasi tertinggi terjadi di Manado sebesar 3,6% dan terendah terjadi di Singaraja sebesar 0,02%. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Tanjung Pandan 0,41% dan terendah di Jayapura 0,08%.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN