Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Susana jual beli di lapak daging sapi Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu (11/4/2021). Foto ilustrasi: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

Susana jual beli di lapak daging sapi Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu (11/4/2021). Foto ilustrasi: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

Harga Daging Sapi Tembus Rp 170.0000/Kg, Ini Penjelasan Pedagang

Rabu, 12 Mei 2021 | 14:51 WIB
Herman

JAJARTA, investor.id Menjelang Lebaran, harga daging sapi di wilayah Jabodetabek mulai meroket ke angka Rp 170.000 per kilogram. Padahal pekan lalu harganya masih di kisaran Rp 140.000 per kilogram.

Menurut Sekretaris Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) DKI Jakarta Mufti Bangkit Sanjaya, kenaikan harga ini tidak terlepas dari meningkatnya permintaan untuk kebutuhan Lebaran. Apalagi harga daging sapi (kartas) di Rumah Potong Hewan (RPH) juga sudah naik menjadi Rp 110.000 per kilogram.

“Di RPH sejak 4 hari lalu sudah di angka Rp 110.000. Padahal ketentuan pemerintah kan kemarin karkas itu Rp 95.000. Otomatis para pengecer karena ada senggolan atau H-3 sampai H-1 Lebaran karena ada kebutuhan yang tinggi, yang terjadi sekarang harga daging sampai Rp 170.000 per kilogram,” kata Mufti Bangkit Sanjaya saat dikonfirmasi Beritasatu.com, Rabu (12/5/2021).

Perihal kenaikan harga karkas di RPH yang menjadi Rp 110.000, menurut Mufti selama ini pihak RPH sudah menanggung kerugian dari harga Rp 95.000 yang ditetapkan pemerintah. Sehingga ia menilai wajar bila saat ini ada kenaikan harga karena pihak RPH juga ingin menikmati keuntungan dari naiknya permintaan menjelang Lebaran.

Namun untuk harga di tingkat konsumen, Mufti memprediksi akan terjadi penurunan pasca Lebaran nanti karena kebutuhan terhadap daging juga mulai berkurang.

“Untuk harga di tingkat konsumen, habis Lebaran akan kembali normal di angka Rp 120.000 sampai Rp 140.000. Kalau dipaksakan seperti sekarang, konsumen tidak akan mau beli,” ujarnya.

 Mufti mengatakan kenaikan permintaan daging menjelang Lebaran di tahun ini sebetulnya tidak sesuai dengan ekspektasi pedagang. Dibandingkan tahun lalu, permintaan daging berkurang sekitar 30%.

“Daya belinya belum terlalu tinggi. Masih banyak pedagang yang punya stok, misalnya dia potong dua ekor tapi masih sisa satu ekor. Ini salah satunya karena belakangan ini ada gejolak harga daging, sehingga mempengaruhi keinginan konsumen untuk beli daging. Ditambah lagi daya beli masyarakat yang masih lemah. Kalau daya belinya sudah normal, saya kira kenaikannya bisa di atas Rp 200.000 per kilogram,” kata Mufti.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN