Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
pasokan gas - PGN

pasokan gas - PGN

Harga Gas Industri US$6/MMBTU Sulit Diterapkan Jangka Panjang

Rangga Prakoso, Rabu, 19 Februari 2020 | 14:03 WIB

JAKARTA, investor.id - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengungkapkan keekonomian harga gas di mulut sumur akan berpengaruh pada harga gas di hilir. Oleh sebab itu penetapan harga gas industri US$6/MMBTU diperkirakan sulit bertahan hingga 10 tahun.

Senior Manager of Pipa Gas Monetization SKK Migas Syarif Maulana Chaniago mengatakan pasokan gas saat ini diperkirakan bisa bertahan hingga 10 tahun ke depan. Setelah itu kebutuhan gas dipasok dari sumur berbeda yang telah menyelesaikan tahap eksplorasi dan meningkat ke tahap produksi. Pihaknya masih menginventarisir ketersediaan pasokan gas dari wilayah kerja eksplorasi tersebut.

"Kalau menginginkan kelangsungan pasokan 5 atau 10 tahun dengan harga yang sama maka tidak bisa. Tidak bisa menggantikan pasokan itu terhadap wilayah-wilayah kerja yang saat ini produksi, kami harus menghitung jumlah terhadap wilayah kerja yang akan berproduksi, yang masih tahapan eksplorasi," kata Syarif di Jakarta, Rabu (19/2).

Syarif mencontohkan pasokan gas yang mengalir ke wilayah Jawa Barat berasal dari Blok Koridor dan Pagar Dewa Sumatera Selatan. Pipa transmisi dan distribusi membawa gas tersebut ke konsumen. Dia menyebut harga gas dari hulu hingga hilir tersebut menjadi faktor pembentuk harga. Artiannya bila pasokan gas dari Blok migas berbeda maka turut berpengaruh pada harga di hilir.

"Kita bicara kenyataannya sekarang gas yang banyak mengalir ke daerah Jawa Barat. Itu ada ada beberapa yang melalui Pertagas. Semua itu ada komponen-komponen pembentukan harga sampai di hilir," ujarnya.

Seperti diketehaui harga gas bumi dari sisi hulu ‎saat ini sekitar US$ 8-9/MMBTU. Harga gas tersebut bisa berubah seiring kegiatan eksplorasi migas kini bergerak ke arah timur Indonesia serta laut dalam. Artiannya membutuhkan investasi yang besar serta mempengaruhi keekonomian harga gas. Bila kemudian harga gas hulu lebih tinggi dari saat ini maka berpengaruh pada harga gas di konsumen.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN