Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Foto ilustrasi kilang minyak lepas pantai.

Foto ilustrasi kilang minyak lepas pantai.

Harga Minyak Mentah Indonesia Turun 39,5% Jadi US$ 34,23/Barel

(Listyorini)  Jumat, 3 April 2020 | 16:05 WIB

JAKARTA, Investor.id – Harga minyak mentah indonesia, Indonesian Crude Oil (ICP) turun tajam 39,5% pada Maret seiring penurunan harga minyak mentah dunia yang tertekan akibat meluasnya wabah virus corona (Covid-19).

"ICP Maret jadi US$ 34,23/barel atau turun dari US$ 56,62/barel pada Februari 2020," kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi, Jumat (3/4/2020).

Besaran ICP tersebut, imbuh Agung, tercantum dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 79.K/12/MEM/2019 tentang Penerapan Harga Minyak Mentah Indonesia Bulan Maret 2019 yang efektif mulai berlaku sejak 1 April 2020.

Agung menjelaskan penyebab utama dari penurunan ICP adalah penyebaran Covid-19 di sebagian besar negara-negara produksi minyak mentah sehingga mengakibatkan anjloknya penurunan produksi.

"Travel restriction di sejumlah negara turut mengakibatkan permintaan minyak global jadi menurun drastis," ungkapnya.

International Energy Agency (IEA) melaporkan proyeksi permintaan minyak mentah global pada tahun 2020 turun sebesar 1,1 juta barel per hari menjadi 99,90 juta barel per hari.

Di sisi lain, IEA mengungkapkan adanya peningkatan stok minyak mentah AS pada bulan Maret 2020 sebesar 11,3 juta barel menjadi sebesar 455,4 juta barel dibandingkan bulan Februari 2020.

Sementara laporan OPEC menunjukkan proyeksi permintaan minyak mentah global pada tahun 2020 turun sebesar 1 juta barel per hari menjadi 99,73 juta barel per hari.

OPEC melansir bahwa penurunan permintaan minyak di pasar internasional dipengaruhi oleh melambatnya pertumbuhan ekonomi dunia. Pertumbuhan GDP dunia tahun 2020 sebesar 0,6 persen menjadi sebesar 2,4 persen akibat melemahnya perekonomian sejumlah negara maju dan dampak wabah Covi-19.

Faktor utama lain dari perubahan ICP Maret, jelas Agung, adalah keputusan Arab Saudi menurunkan harga jual minyak mentah mereka untuk merebut pangsa pasar dan berencana untuk meningkatkan produksi setelah Rusia menolak bergabung dalam rencana tambahan pemotongan produksi OPEC+. Hal ini meningkatkan kekhawatiran pelaku pasar atas kondisi yang telah over supply.

Sedangkan menurut Tim Harga Minyak Indonesia, crude oil throughput kilang-kilang di Jepang berkurang sebesar 2,81 juta barel per hari dibandingkan kapasitas kilang sebesar 3,52 juta barel per hari di akhir bulan Maret 2020 jadi faktor penentu di kawasan Asia Pasifik.

Selain itu, kilang-kilang di Korea Selatan juga mengurangi konsumsi minyak mentah AS dan beralih ke minyak mentah Timur Tengah seiring berkurangnya spread WTI-Dubai serta diskon harga minyak mentah Timur Tengah.

Selengkapnya perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama di pasar Internasional pada bulan Maret 2020 dibandingkan bulan Februari 2020:

- Dated Brent turun sebesar US$23,61 per barel dari US$ 55,44 per barel menjadi US$ 31,83 per barel.

- WTI (Nymex) turun sebesar US$ 20,09 per barel dari US$ 50,54 per barel menjadi US$ 30,45 per barel.

- Basket OPEC turun sebesar US$ 21,03 per barel dari US$ 55,49 per barel menjadi US$ 34,46 per barel.

- Brent (ICE) turun sebesar US$ 21,75 per barel dari US$ 55,48 per barel menjadi US$ 33,73 per barel.

- ICP SLC sebesar US$ 35,78 per barel dari US$ 57,18 per barel pada Februari 2020. (ls)

Sumber : ANTARA

BAGIKAN