Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kepala BPS Suhariyanto di Gedung BPS, Kamis (26/9/2019).

Kepala BPS Suhariyanto di Gedung BPS, Kamis (26/9/2019).

Harga Terjaga, Inflasi 2019 Hanya 2,72%

Arnoldus Kristianus, Kamis, 2 Januari 2020 | 13:45 WIB

JAKARTA , investor.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, laju inflasi sepanjang 2019 sebesar 2,72% karena pemerintah mampu menjaga stabilitas harga terutama komoditas yang harganya diatur pemerintah (administered prices).

"Harga-harga relatif terkendali terutama dari sisi administered prices," kata Kepala BPS Suhariyanto dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (2/1).

Ia mengatakan, inflasi dari administered prices sepanjang 2019 hanya tercatat sebesar 0,51% dibandingkan tahun 2018 sebesar 3,36%.

Inflasi dari harga diatur pemerintah pada 2019 ini juga lebih rendah dari inflasi inti sebesar 3,02% dan inflasi bergejolak (volatile food) sebesar 4,3%.

"Tahun (2018) lalu, masih ada kenaikan harga bensin yang menyumbang andil inflasi 0,26% dan tarif angkutan udara 0,10 persen, yang tidak lagi menjadi penyumbang inflasi 2019," kata dia.

Berdasarkan data BPS, komoditas yang dominan memberikan andil terhadap inflasi nasional 2019 di antaranya emas perhiasan 0,16% dan cabai merah 0,15%.

Selain itu, tarif sewa rumah dan bawang merah masing-masing 0,10% serta ikan segar, rokok kretek filter dan nasi dengan lauk masing-masing 0,09%.

Kemudian, tarif kontrak rumah memberikan andil 0,08%, serta bawang putih dan upah asisten rumah tangga masing-masing 0,06%.

Sebelumnya, BPS mencatat laju inflasi pada Desember 2019 sebesar 0,34% karena tingginya kenaikan harga bahan makanan menjelang akhir tahun.

Inflasi tertinggi terjadi di Batam sebesar 1,28% dan terendah di Watampone 0,01%. Sedangkan deflasi tertinggi di Manado 1,88% dan deflasi terendah di Bukittinggi dan Singkawang masing-masing 0,01%.

Dengan pencapaian ini, maka inflasi sepanjang 2019 tercatat sebesar 2,72% atau masih di bawah target 3,5%.

Sumber : ANTARA

BAGIKAN