Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
BPK. Sumber: bpk.go.id

BPK. Sumber: bpk.go.id

Hari Terakhir, 8 Calon Jalani Fit and Proper Test Anggota BPK

Nasori, Kamis, 5 September 2019 | 08:27 WIB

JAKARTA, investor.id - Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) melanjutkan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap calon anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk periode 2019-2024. Anggota DPR mendengarkan visi dan misi serta langkah konkret dari pada calon.

Ada delapan calon anggota BPK mengikuti uji kepatutan dan kelayakanpada Rabu (4/9). Sebelumnya, pada hari kedua, Komisi XI mengagendakan uji kelayakan terhadap delapan capim BPK, namun hanya enam calon yang hadir.

Fit and proper test calon anggota BPK ini akan berlangsung hingga hari ini,Kamis (5/9). Pada hari terakhir ini, delapan calon anggota yang dijadwalkanakan menjalani fit and proper test meliputi Tito Sulistiyo, Indra Utama, Heru Kreshna Reza, Riza Suarga, Chandra Wijaya, Sahala B Pasaribu, Tjatur Sapto Edy, dan Ruslan Abdul Gani.

Dari 32 nama yang diseleksi, DPR akan mengumumkan lima nama pada 16 September 2019 mendatang.

Anggota Komisi XI DPR RI Didi Irawadi Syamsuddin menginginkan agar uji kelayakan dan kepatutan calon anggota BPK dapat menghasilkan kualitasanggota BPK yang lebih baik dari sebelumnya. Karenanya, ia mencermati setiap visi dan misi para calon yang dipaparkan selama beberapa hari terakhir ini.

“Kami tentunya ingin calon pimpinan BPK yang lebih dari yang lalu. Yang lalu sudah berusaha dan bekerja dan ada plus minusnya. Oleh karenanya saya ingin ke depan pimpinannya siap menghadapi berbagai persoalan dan tantangan ke depan,” ujar Didi saat uji kelayakan dan kepatutan calonanggota BPK, di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (4/9).

Politisi Partai Demokrat ini memperdalam visi misi salah satu calon Anggota BPK I Gede Kastawa dengan memberikan pertanyaan terkait efektivitas pengawasan keuangan yang dikaitkan dengan penerimaan negara. Ia menginginkan agar pengawasan yang dilakukan BPK dapat memberikan manfaat dalam meningkatkan penerimaan negara.

“Sebagaimana kita ketahui bahwa penerimaan negara di sektor sumber daya alam hingga hari ini masih belum optimal dan masih jauh dari harapan. Sektor perikanan adalah keunggulan komparatif bangsa Indonesia. Ada laut dan agraria, tapi di lautan banyak kebocoran. Kira-kira apa ide dalam meningkatkan penerimaan negara di sektor ini,” tanya Didiseperti dikutip dari laman resmi DPR RI.

 

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA