Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Joko Widodo. Foto: SP/Joanito De Saojoao.

Presiden Joko Widodo. Foto: SP/Joanito De Saojoao.

Hasil Harus Realistis, Jokowi: Jangan Jadikan RPJMN Dokumen Formalitas

Novy Lumanauw, Kamis, 14 November 2019 | 18:26 WIB

JAKARTA, investor.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju untuk menjadikan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) sebagai paduan pembagunan, bukan dokumen formalitas semata.

“RPJMN bukan jadi dokumen formalitas. Karena saya melihat ini sering hanya menjadi dokumen formalitas. Ini betul-betul dijadikan panduan, menjadi rencana kita dalam melangkah ke depan menuju Indonesia Maju,” kata Presiden Jokowi saat memimpin rapat paripurna Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta, Kamis (14/11).

Presiden Jokowi mengatakan, apa yang dituangkan dalam dokumen RPJMN harus jelas arah, target, dan dampaknya bagi masyarakat.

“Targetnya harus betul-betul terukur, dikalkulasi yang baik dengan memperhitungkan berbagai aspek, termasuk konteks ketidakpastian ekonomi global sekarang ini,” jelas dia.

Menurut Presiden Jokowi, jajaran menteri harus mengalkulasi secara jelas target pertumbuhan ekonomi dan strategi yang  diterapkan untuk mencapai target pertumbuhan.

“Begitu pula dengan penurunan angka kemiskinan, targetnya harus jelas berapa persen harus turun dan dalam waktu berapa lama. Dampaknya, manfaatnya bagi rakyat juga harus bisa diukur sehingga menjadi pegangan bersama yang bisa dimonitor, yang bisa kita evaluasi bersama-sama,” kata Presiden Jokowi.

Lebih lanjut, Presiden Jokowi mengungkapkan bahwa dalam RPJMN harus dicantumkan roadmap,  strategi, dan tahapan pencapaian target sehingga hasilnya realistis.  

“Saya ingin dalam dokumen RPJMN ada peta jalan – roadmap, bagaimana cara mencapai target. Peta jalan yang jelas, tahapannya seperti apa, rutenya apa saja. dan betul-betul realistis bisa dilakukan. Jangan abstrak, jangan normatif,” katanya.

Selain itu, Presiden Jokowi menekankan tentang kewajiban setiap menteri untuk menyukseskan  visi misi Presiden-Wakil Presiden. Sebab, katanya, tidak ada visi misi menteri.

“Semua harus mengacu pada RPJMN sebagai penuangan visi misi Presiden dan Wakil Presiden. Saya ingin agar semuanya bisa sambung satu garis lurus dari pusat sampai ke daerah, dimulai dari RPJMN kita,” katanya.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA