Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR-RI, Heri Gunawan

Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR-RI, Heri Gunawan

Hergun Harap Badan Pangan dapat Wujudkan Kembali Swasembada Beras

Sabtu, 28 Agustus 2021 | 09:25 WIB
Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengapresiasi langkah Presiden Joko Widodo yang telah menerbitkan Perpres Nomor 66 Tahun 2021 tentang Badan Pangan Nasional (BPN) pada 29 Juli 2021. Keluarnya Perpres ini merupakan respon cepat pemerintah atas desakan parlemen yang secara aklamasi meminta Pemerintah segera membentuk BPN dalam Rapat Pleno Baleg DPR-RI pada 5 Juli 2021.

Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR-RI, Heri Gunawan mengatakan idealnya keberadaan BPN mampu mewujudkan kembali swasembada beras sebagaimana yang pernah terjadi pada 1984. “Pasal 126 UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan mengamanatkan bahwa BPN dibentuk untuk mewujudkan Kedaulatan Pangan, Kemandirian Pangan, dan Ketahanan Pangan Nasional,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Jumat malam (27/8/2021).

Dikatakan, Pasal 127 UU Pangan menegaskan bahwa BPN mempunyai tugas melaksanakan peran pemerintahan di bidang pangan, diantaranya melakukan koordinasi, perumusan, dan penetapan kebijakan ketersediaan pangan dan mengembangkan sistem informasi pangan.

“Dari pengalaman kepemimpinan Presiden Soeharto setidaknya ada dua syarat penting untuk mencapai swasembada beras. Pertama, memperluas lahan produksi pangan. Dan kedua, melakukan diversifikasi pangan,” ujarnya. 

Dikatakan pemerintah sudah mulai mengembangkan lumbung pangan nasional atau food estate. Salah satunya lahan singkong 30 ribu hektare di Kalimantan Tengah yang dikembangkan oleh Kementerian Pertahanan. Lokasi food estate lainnya berada di Sumatera Utara dan Nusa Tenggara Timur.

“Dua syarat penting sudah mulai dijalankan yakni memperluas lahan dan melakukan diversifikasi pangan. BPN bisa berperan dalam pengembangan food estate sebagai salah satu pintu masuk mewujudkan swasembada beras,” katanya.

Selain itu, Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPR-RI  tersebut mengatakan, BPN harus bisa mengoordinasikan dan mensinergiskan lembaga/instansi yang terkait dalam proses produksi, distribusi dan konsumsi pangan. Dengan adanya BPN diharapkan kebijakan pangan pemerintah bisa satu pintu mulai dari hulu hingga hilir. Sehingga ekosistem industri pangan bisa lebih terharmonisasi.

“BPN juga harus mampu menampilkan data pangan secara akuntabel, sehingga tidak ada lagi "adu" data pangan antar kementerian atau instansi lainnya. Selama ini ketidaksinkronan data pangan menjadi salah satu penyebab terjadinya impor pangan,” urainya.

Kendati mengapreasi Langkah cepat Pemerintah dalam merespon desakan DPR untuk segera membentuk BPN, Heri Gunawan menyayangkan isi Perpres 66/2021 dengan membatasi jenis pangan yang menjadi tugas dan fungsi BPN yakni hanya pada beras, jagung, kedelai, gula konsumsi, bawang, telur unggas, daging ruminansia, daging unggas dan cabai.

Sementara pada UU Pangan mendefinisikan Pangan mencakup segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati produk pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan, peternakan, perairan dan air.

Terkait hal itu, DPR berharap Pemerintah dapat merevisi Perpres dengan memperluas jenis pangan yang menjadi tugas dan fungsi BPN sebagaimana definisi Pangan dalam UU Pangan.

“Setidaknya untuk sementara waktu bisa lebih fokus pada sembilan bahan pokok pangan. Hal ini karena urgensi permasalahan bahan pokok Indonesia yang belum banyak terselesaikan, mulai dari stok sampai stabilisasi harga,” ujar Politisi Gerindra dari Dapil Jabar IV yang meliputi Kota dan Kabupaten Sukabumi tersebut.

 

 

Editor : Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN