Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
RAHAYU PUSPASARI, Direktur Utama Lembaga Manajemen Aset Negara  (LMAN)

RAHAYU PUSPASARI, Direktur Utama Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN)

Hingga April, Realisasi Hampir Semua Jenis Pajak Alami Kontraksi

Nasori, Jumat, 22 Mei 2020 | 13:15 WIB

JAKARTA, investor.id – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan, realisasi penerimaan pajak hingga akhir April 2020 yang baru mencapai Rp 376,67 triliun atau tumbuh negatif 3,1% (yoy) itu telah memberi tekanan pada pendapatan negara. Selama periode tersebut, hampir semua jenis pajak tumbuh negatif.

“Hampir semua jenis pajak tumbuh negatif selama periode Januari-April 2020, dimana PPh (pajak penghasilan) badan terkontraksi yaitu negatif 15,23%, akibat perlambatan ekonomi yang terlihat dari pertumbuhan negatif setoran masa dan tahunan,” ujar Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemenkeu Rahayu Puspasari dalam keterangan tertulisnya, baru-baru ini.

PPh dan pajak pertambahan nilai (PPN) impor, lanjut dia, juga terkontraksi hingga 8,9% seiring kontraksi kegiatan impor nasional. “Dampak ekonomi dari Covid-19 mulai terefleksikan dalam penerimaan pajak, akibat perluasan penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang mengakibatkan pembatasan aktivitas ekonomi,” ucap Rahayu Puspasari yang biasa disapa Puspa.

Menurut dia, dampak ekonomi dari Covid-19 itu juga tercermin dari PPN dalam negeri (DN) yang hanya tumbuh 0,82% secara bruto atau melambat dibandingkan tiga bulan sebelumnya. “Sinyal perlambatan penerimaan yang mulai terlihat pada April dan implementasi stimulus fiskal Covid-19 akan sangat mempengaruhi penerimaan di bulan-bulan berikutnya,” tandas Puspa.

Ia menyebutkan, beberapa sektor dominan seperti perdagangan, konstruksi dan real estat, pertambangan, serta transportasi dan pergudangan mengalami kontraksi. Sementara beberapa sektor lainnya masih mampu tumbuh seperti jasa keuangan dan asuransi karena masih beroperasi selama pandemi Covid-19.

Realisasi penerimaan pajak Rp 376,67 triliun itu setara dengan 30% target APBN-Perubahan yang diatur dalam Perpres 54/2020 tentang Perubahan Postur dan Rincian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2020.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN