Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Program pembangunan infrastruktur dan perumahan rakyat mengutamakan padat karya

Program pembangunan infrastruktur dan perumahan rakyat mengutamakan padat karya

Hingga Awal Agustus, Realisasi Belanja Infrastruktur PUPR Capai 44%

Selasa, 4 Agustus 2020 | 11:00 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) ditargetkan merealokasi program dan anggaran Tahun Anggaran (TA) 2020 dan refocussing kegiatan sebesar Rp 44,58 triliun. Hingga awal Agustus, belanja infrastruktur PUPR mencapai 44,15% atau Rp 33,9 triliun.

Menurut Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, APBN merupakan instrumen yang sangat diharapkan menjadi pengungkit pemulihan ekonomi nasional dalam kondisi Pandemi Covid-19 di tahun anggaran 2020 ini.

"Sebagai kementerian yang bertugas membelanjakan uang negara, PUPR harus berkontribusi memulihkan ekonomi nasional dengan mempercepat realisasi fisik dan keuangan," kata dia dalam keterangan resminya yang diterima Investor Daily, Selasa (4/8).

Program pembangunan infrastruktur dan perumahan rakyat mengutamakan padat karya
Program pembangunan infrastruktur dan perumahan rakyat mengutamakan padat karya

Diketahui, dari besaran awal DIPA Kementerian PUPR tahun 2020 sebesar Rp 120,2 triliun, pagu terakhirnya kini menjadi Rp 75,63 triliun. Dari total alokasi tersebut, Rp 64,3 triliun diperuntukkan bagi program reguler pembangunan infrastruktur sedangkan Rp 11,3 triliun untuk Program Padat Karya Tunai (PKT/cash for work). Adapun realokasi anggaran ditargetkan sebesar Rp 44,58 triliun. 

Hingga awal Agustus tahun 2020 (per 2 Agustus), tercatat penyerapan keuangan belanja infrastruktur Kementerian PUPR sudah mencapai 44,15% atau senilai Rp 33,9 triliun dari total pagu terakhir TA 2020 sebesar Rp 75,6 triliun.

Sementara untuk program reguler pembangunan infrastruktur sudah menyerap Rp. 28,2 T (43,9%) dari Rp. 64,3 triliun. Sedangkan program PKT rutin PUPR telah menyerap tenaga kerja sebanyak 456.487 orang dengan total anggaran yang disalurkan sebesar Rp 5,16 triliun atau 45,67%.

Di samping mengalokasikan anggaran program PKT rutin tahun 2020 sebesar Rp 11,3 triliun dengan target penerima manfaat 614.480 orang, PUPR juga mengubah skema pada program atau kegiatan infrastruktur yang semula bersifat reguler menjadi pola Padat Karya dengan alokasi anggaran Rp 654,4 miliar dan target penerima manfaat 80.888 orang.

Program pembangunan infrastruktur dan perumahan rakyat mengutamakan padat karya
Program pembangunan infrastruktur dan perumahan rakyat mengutamakan padat karya

Basuki menyatakan, program PKT PUPR dilaksanakan melalui pembangunan infrastruktur dengan melibatkan masyarakat setempat sebagai pelaku pembangunan khususnya infrastruktur berskala kecil atau pekerjaan sederhana yang tidak membutuhkan teknologi.

Tujuan utama Padat Karya untuk mempertahankan daya beli masyarakat di perdesaan, mendistribusikan dana pembangunan ke desa-desa, dan mengurangi angka pengangguran.

"Pola pelaksanaan PKT juga memerhatikan protokol physical dan social distancing untuk pencegahan penyebaran Covid -19,” ujar Basuki.

Sebagai informasi, anggaran program padat karya utamanya digunakan untuk Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI)/irigasi kecil, Operasi dan Pemeliharaan Saluran Irigasi, Pemeliharaan Rutin Jalan dan Jembatan (termasuk pengecatan jembatan gantung).

Tak hanya itu, anggaran tersebut juga dimanfaatkan untuk pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW), penataan Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU), Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R), Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas), Pembangunan Baru dan Peningkatan Kualitas Rumah Swadaya.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN