Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Sri Mulyani. Foto: IST

Sri Mulyani. Foto: IST

Hingga Oktober, Pemerintah Tarik Utang Rp 958,6 Triliun

Senin, 23 November 2020 | 22:11 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id -- Kementerian Keuangan mencatat pemerintah sudah menarik utang sebesar Rp 958,6 triliun hingga akhir Oktober 2020 atau setara dengan 78,5% dari pagu dalam Perpres 72/2020 yang mencapai Rp 1.220,5 triliun. Pertumbuhan penarikan utang ini mencapai 143,8% dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebesar Rp 393,2 triliun.

Hal ini sejalan dengan realisasi defisit anggaran yang melebar ke level 6,34% pada tahun ini atau setara Rp 1.039,2 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan defisit APBN hingga akhir Oktober 2020 sudah mencapai 4,67% atau setara Rp 764,9 triliun. Realisasi defisit ini dikarenakan pendapatan negara sampai akhir Oktober baru Rp 1.276,9 triliun, sementara belanja negara mencapai Rp 2.041,8 triliun.

"Dengan adanya defisit di atas 4%, maka pembiayaan utang kita sampai Oktober mencapai Rp 958,6 triliun," ujar Menkeu dalam paparan APBN KiTa, Senin (23/11).

Total pembiayaan utang sebesar Rp 958,6 triliun berasal dari surat berharga negara (SBN) netto sebesar Rp 943,5 triliun dan pinjaman sebesar Rp 15,2 triliun.

Sementara untuk pembiayaan investasi kontraksi Rp 28,9 triliun hingga akhir Oktober 2020. Sedangkan untuk pemberian pinjaman realisasinya Rp 1,9 triliun atau 32,3% dari target Rp 5,8 triliun.

Lalu kewajiban penjaminan kontraksi Rp 3,4 triliun, dan terakhir pembiayaan lainnya Rp 0,2 triliun. Dengan begitu, maka total pembiayaan anggaran pemerintah hingga akhir Oktober 2020 mencapai Rp 928,4 triliun.

“Sudah dilihat realisasi hingga akhir Oktober dan masih akan dilihat keseluruhan secara detail seluruh pos penerimaan negara tekanan cukup dalam,” jelasnya.

Sementara itu, ia menilai belanja negara hingga Oktober sudah cukup bagus dari sisi realisasinya, namun belanja daerah masih harus terus di pacu untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional.


 

Editor : Nurjoni (nurjoni@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN