Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Wakil Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi) Eka Sastra (berbatik)

Wakil Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi) Eka Sastra (berbatik)

Hipmi Apresiasi Realisasi Investasi Triwulan III-2020 Capai Rp 209 Triliun

Sabtu, 24 Oktober 2020 | 12:22 WIB
Investor Daily

JAKARTA, investor.id - Wakil Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi) Eka Sastra mengapresiasi kinerja pemerintah dalam hal ini Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) di bawah kepemimpinan Bahlil Lahadalia.  

Eka mengatakan, Kepala BKPM Bahlil Lahadalia merupakan sosok yang konsisten, visioner dan profesional. Presiden Joko Widodo sudah tepat memilih Bahlil Lahadalia, sehingga kinerja BKPM menuai hasil yang positif.

"Hipmi mengapresiasi kinerja pemerintah. Walaupun situasi pandemi Covid-19, investasi tumbuh positif," ujar Eka, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (24/10/2020).

Selain investasi tumbuh, lanjut Eka, Penanaman Modal Asing (PMA) semakin meningkat. Luar Jawa semakin meningkat investasinya.

"Artinya, ada penyebaran investasi. Penyerapan tenaga kerja bagus dan target akan tercapai di tahun 2020 ini," ucapnya.

Diketahui, BKPM mencatat realisasi investasi sepanjang kuartal III-2020 mencapai Rp 209 triliun, atau naik sebanyak 8,9% secara Quarter over Quarter (QoQ). Realisasi investasi tersebut secara Year on Year (yoy) bertumbuh 1,6% jika dibandingkan periode yang sama pada triwulan III 2019 dengan angka investasi sebesar Rp 205,7 triliun.

Realisasi investasi pada triwulan III-2020 lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya yang tercatat Rp 191,9 triliun. Di kuartal III ini, investasi Indonesia sebesar Rp 209 triliun atau 74,8% dari total target investasi 2020 Rp 817,2 triliun.

BKPM mencatat, kenaikan itu ditopang oleh realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) kuartal III-2020 sebanyak Rp 102,9 triliun, atau naik 2,1% dari Rp 100,7 triliun di triwulan III 2019 (yoy). Sedangkan, investasi PMA pada triwulan III 2020 tersebut naik 1,1% dibanding triwulan III 2019 yang sebesar Rp 105 triliun menjadi Rp 106,1 triliun.

BKPM juga mencatat lima sektor utama realisasi investasi pada triwulan III-2020 yakni sektor transportasi, gudang, dan telekomunikasi sebanyak Rp 32,1 triliun. Lalu, sektor industri logam dasar, barang logam dan bukan mesin dan peralatannya sebanyak Rp 24,6 triliun.

Kemudian, sektor listrik, gas dan air sebanyak Rp 24,4 triliun, sektor konstruksi sebanyak Rp 23,2 triliun, serta perumahan, kawasan industri dan perkantoran sebanyak Rp 21,3 triliun.

Adapun berdasarkan sebarannya, realisasi investasi tertinggi di Jawa Barat sebesar Rp 28,4 triliun, DKI Jakarta sebesar Rp 22,3 triliun, Banten sebesar Rp 21,5 triliun, Jawa Timur sebesar Rp 15,5 triliun dan Riau sebesar Rp 13,0 triliun. Sementara lima negara asal investor utama sepanjang triwulan III yakni Singapura mencapai US$ 2,5 miliar, Tiongkok mencapai US$ 1,1 miliar, Jepang mencapai US$ 0,9 miliar, Hong Kong US$ 0,7 miliar dan Belanda US$ 0,5 miliar.

Eka menambahkan, BKPM berkomitmen untuk investor yang hendak menanamkan dananya di Indonesia dengan jumlah yang besar kini wajib menggandeng UMKM. Syarat ini diberikan demi memajukan sektor UMKM di Indonesia dan komitmen BKPM ini disambut baik oleh HIPMI.

"Saya percaya rencana BKPM mendorong investasi masuk ke Indonesia. Sehingga, bisa menciptakan lapangan pekerjaan bisa optimal," ungkapnya.

Menurutnya, UMKM harus tetap hidup di tengah pandemi. Pasalnya, sektor itu yang akan mendorong perekonomian domestik usai dihantam Covid-19.

"Selain itu, HIPMI juga tidak mau pelaku usaha di daerah tidak bertambah. Dengan pola kolaborasi antara investor besar dan UMKM, maka akan tumbuh wirausaha baru di tiap daerah," tuturnya.

Ia menyatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia minimal berada di rentang 3,5 persen-4 persen jika pemerintah bisa mengelola UMKM berkembang dengan baik. Artinya, kunci ekonomi domestik terletak pada UMKM.

"Kalau pemerintah fokus mengelola UMKM dengan baik, itu sama dengan pertumbuhan ekonomi minimal 3,5 persen-4 persen Insya Allah sudah dapat. Jika industri UMKM kuat, maka otomatis ekonomi domestik akan sejahtera. Pasalnya, kontribusi UMKM terhadap ekonomi nasional mencapai 60 persen. Selain itu, UMKM juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru di Indonesia," imbuhnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN