Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bagas Adhadirga.

Bagas Adhadirga.

PENGUSAHA TETAP TANGGUH,

Hipmi Beri Strategi Peluang Investasi Baru Hadapi Era New Normal

Sabtu, 19 September 2020 | 23:23 WIB
Investor Daily

JAKARTA, investor.id - Di era new normal, semua sektor secara bertahap kembali menjalankan kegiatannya dengan menerapkan protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah. Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) meyakini di masa new normal ini bisa membangkitkan kembali perekonomian di Indonesia.

Sekretaris Jenderal Badan Pengurus Pusat (BPP) Hipmi Bagas Adhadirgha memprediksi beberapa peluang bisnis dan investasi akan timbul di beberapa sektor. Menurutnya, akan muncul beberapa peluang usaha baru pada saat new normal.

"Langkah pemerintah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) merupakan salah satu bentuk untuk meminimalisir penyebaran Covid-19. Langkah ini harus dilakukan teman-teman karena kita harus mengutamakan kesehatan, baru kemudian pasti ekonomi yang mengikuti," ujar Bagas, dalam acara Rapat Koordinasi Bidang (Rakorbid) Diperluas Bidang Investasi, Infokom & Kerjasama Internasional Hipmi se-Indonesia secara online, Kamis (17/9).

Dalam seminar daring bertemakan "Peluang Investasi di Era New Normal" ini, Bagas menilai upaya-upaya pemerintah yang dilakukan untuk tetap menjaga keseimbangan antara ekonomi dan mencegah Covid-19 ini adalah dengan memberlakukan new normal, dimana kegiatan-kegiatan usaha tetap berjalan dengan mengikuti protokol yang sudah diberlakukan. Tentunya sebagai pengusaha, pihaknya harus bisa beradaptasi dengan kondisi ini.

"Diharapkan acara ini bisa memberikan strategi investasi baru dalam menghadapi era new normal dan menjadi pengusaha yang tetap tangguh dalam kondisi apapun," ucapnya.

Kemudian, untuk syarat kepada investor asing yang ingin menanamkan modalnya di Indonesia, kata Bagas, wajib menggandeng pengusaha lokal daerah. Hal tersebut diyakini akan membuat ekonomi jadi lebih merata.

"Kewajiban bagi investor-investor (asing) yang ingin berinvestasi adalah menggandeng investor-investor lokal, yaitu pengusaha-pengusaha lokal. Dengan harapannya, teman-teman mampu mengambil dan melihat peluang tentang sektor investasi apa saja yang ada di tempat teman-teman dan apabila membutuhkan bantuan atau akses informasi bisa dikoordinasikan di Bidang VII dan akan kita cari solusinya bersama-sama," ungkapnya.

Di acara yang sama, Ketua Bidang Investasi, Infokom & Kerjasama Internasional BPP Hipmi Dede Indra Permana mengatakan, yang menjadi tantangan bagi kalangan pengusaha dampak dari pandemi Covid-19 adalah peluang usaha baru di era new normal. Tentu salah satu peluangnya adalah e-commerce yang melonjak sangat tinggi, mulai dari kebutuhan pribadi hingga kebutuhan yang lainnya.

"Namun, yang menjadi perhatian kami dimana berbagai start-up ini mengalami kenaikan bisnis yang meroket, justru e-commerce milik pemerintah blanja.com malah tutup,” katanya.

Menurut Dede, pemerintah seharusnya bisa mengambil peran terutama dalam masa pandemi ini untuk menyediakan layanan dan wadah bagi pengusaha-pengusaha di seluruh penjuru dan pelosok Indonesia untuk dapat memasarkan dan menjual produk-produknya.

“Karena beberapa teman-teman tentunya mempunyai produk-produk lokal maupun home industry serta industri kreatif yang lainnya mungkin bisa dipasarkan yang berhasil diatasi oleh pemerintah," tutur Dede.

Ia melanjutkan, pihaknya bisa menghimpun permasalahan-permasalahan para pengusaha yang bergerak di bidang usaha untuk dijadikan dasar dalam membuat regulasi dalam kebijakan bersama legislatif maupun eksekutif. Sehingga, tercipta baik program-program maupun aturan yang akomodir dan merangsang pengusaha-pengusaha muda Indonesia untuk bangkit dan terjun ke bidang bisnis baru yang kreatif, serta bermanfaat bagi kemajuan negeri.

"Indonesia ini kaya dengan potensi-potensi baik dari sumber daya alam (SDA) serta sosial budayanya yang beragam. Mari kita gali bersama potensi-potensi terutama yang sangat dibutuhkan masa pandemi ini khususnya berbagai peluang di daerah, yaitu produk yang sekarang ini meningkat tajam seperti hand sanitizer, masker, dan produk kreatif lainnya. Saya yakin, di era new normal ini bukan hambatan besar yang kita hadapi, bukan pula keluhan yang tidak ada jalan keluarnya, namun mari kita hadapi bersama di era new normal ini sebagai sebuah kesempatan dan sebuah lahan yang bisa menumbuhkan," pungkasnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN