Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Hipmi -BNI-Dit Pembiayaan Pertanian Kementan siap support bisnis agro untuk seluruh daerah

Hipmi -BNI-Dit Pembiayaan Pertanian Kementan siap support bisnis agro untuk seluruh daerah

Hipmi Gandeng Kementan Optimalisasi Sektor Agro di Seluruh Indonesia

Selasa, 1 September 2020 | 21:23 WIB
Investor Daily

JAKARTA, investor.id  - Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya petani di tengah pandemi Covid-19, Kementerian Pertanian (Kementan) dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) menjalin kerja sama mengoptimalisasi sektor agro di seluruh Indonesia, guna percepatan dan pengembangan ekosistem bisnis di bidang pertanian.

Ketua Bidang Keuangan dan Perbankan Badan Pengurus Pusat (BPP) Hipmi Ajib Hamdani mengatakan, dari sektor agro pertanian mampu memberikan kontribusi yang signifikan dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Terlebih jika diberikan stimulus yang optimal, tentunya geliat ekonomi Indonesia akan terus meningkat dengan cepat.

"Sektor agro mempunyai kontribusi sebesar 12% dalam produk domestik bruto (PDB) Indonesia. Membutuhkan percepatan dan pengembangan sistem dan ekosistem bisnis, sehingga semua stakeholder pertanian mendapat nilai tambah positif," ujar Ajib, di Gedung Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (1/9).

Dalam skala makro-nya, lanjut Ajib, dengan melakukan percepatan penyaluran kredit usaha rakyat (KUR), ke depannya akan mempercepat produksi komoditi pertanian.

Ajib meyakini, tidak sampai lima tahun ke depan, Indonesia akan mampu mengekspor komoditas pertanian. Artinya, jika KUR dipercepat, tidak sampai 2045 ekspor akan menguat.

"Sektor agro ini memberikan kontribusi lebih signifikan di PDB Indonesia. Terlebih dalam masa pandemi, Indonesia harus terus mendorong sektor agro sehingga memberikan daya ungkit positif terhadap pertumbuhan ekonomi," ucapnya.

Ajib menambahkan, Hipmi siap bersinergi dengan Kementan, perbankan, petani dan mitra yang menjadi offtaker, sehingga membuat ekosistem bisnis agro yang efektif dan dapat meningkatkan kesejahteraan petani. Serta mendorong optimalisasi pembiayaan mudah dan murah untuk sektor agro.

"Di semester dua ini, semoga kita bisa mengikhtiarkan agar semakin banyak likuiditas yang mengalir ke para pelaku usaha. Sektor agro salah satu yang membutuhkan percepatan. Insyaallah Hipmi -BNI-Dit Pembiayaan Pertanian Kementan siap support untuk seluruh daerah," ungkapnya.

Menyambut hal tersebut, Direktur Pembiayaan Pertanian Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana (PSP) Kementan Indah Megahwati mengatakan, serapan KUR di sektor pertanian sudah terserap setengahnya. Maka dari itu, Kementan akan mendampingi petani melalui berbagai pihak guna mempercepat penyerapan KUR. Dengan harapan dapat menyediakan ketersediaan pangan, mensejahterakan petani, serta meningkatkan ekspor.

"Direktorat Pembiayaan tahun ini punya pekerjaan yang tidak mudah, karena Menteri Pertanian mencanangkan agar kita bisa menyalurkan KUR sebesar Rp 50 triliun. Sementara untuk asuransi pertanian, ada satu juta hektar yang harus tuntas tahun ini. Kita harus punya strategi untuk itu," tutur Indah.

Pihaknya menambahkan, realisasi penyerapan dana KUR sektor pertanian terus dilakukan oleh Kementan hingga 13 Agustus 2020.

"Realisasi penyaluran KUR pertanian mencapai Rp 25,8 triliun atau hampir 51% total dana KUR pertanian sebesar Rp 50 triliun," pungkasnya

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN