Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ketua Umum BPP Hipmi Mardani H Maming.

Ketua Umum BPP Hipmi Mardani H Maming.

Hipmi: UU Cipta Kerja akan Dorong Indonesia Keluar dari Middle Income Trap

Rabu, 21 Oktober 2020 | 23:11 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Ketua Umum  Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi)  Mardani H.Maming mengatakan, adanya UU Cipta Kerja merupakan komitmen dan kebijakan pemerintah untuk membawa Indonesia keluar dari jebakan negara berpenghasilan menengah atau middle income trap.

“Setiap tahunnya terdapat sekitar 3 juta anak muda yang membutuhkan pekerjaan. Indonesia sedang menuju puncak bonus demografi pada tahun 2035,” ucap Mardani dalam acara seminar daring “Outlook 2021: The Year of Opportunity” yang berlangsung secara virtual, Rabu (21/10).

Ia mengatakan UU Cipta Kerja memberikan dukungan untuk memajukan  Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) melalui kemudahan perizinan, perlindungan UMKM kemudahan mendapatkan fasilitas pembiayaan, kemampuan menyerap tenaga kerja, serta memberikan proteksi terhadap persaingan dengan usaha besar dan jaminan kredit.

Diharapkan melalui UU  Cipta kerja banyak pengusaha pengusaha baru yang akan keluar dan akan hadir memajukan UMKM yang kerjasama dengan pengusaha-pengusaha besar. Menurut dia, diperlukan solidaritas dan kemampuan bekerjasama untuk kepentingan negara.

“Negara kita merupakan salah satu pasar terbesar di dunia dengan 250 juta penduduk di Indonesia jangan sampai kita memiliki label negara konsumtif saja karena penduduknya enggan menjadi produktif,” ucap Maming. 

Maming  juga mengungkapkan kondisi pandemi Covid-19 ini selain berdampak pada kesehatan juga berdampak berat terhadap perekonomian.

Sejumlah kebijakan untuk mengatasi penularan Covid-19 yaitu Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan physical distancing turut mempengaruhi kondisi dunia usaha. Termasuk pelaku usaha dan karyawan juga terkena imbasnya. Disinilah pentingnya peran dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) terhadap seluruh pihak yang terkena imbas dari pandemi Covid-19.

“Dalam kondisi ekonomi yang sedang tak menentu  ini yang terpenting adalah bagaimana bisnis para pengusaha yang bertahan dan PHK  (Pemutusan Hubungan Kerja) tidak dilakukan, “ ucapnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN