Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
(kiri-kanan) Direktur Utama Pegadaian Kuswiyoto, Direktur Utama BRI Sunarso, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) RI Erick Thohir, dan Direktur Utama PNM Arief Mulyadi usai Penandatanganan Akta Inbreng Saham Pemerintah pada Pegadaian dan PNM sebagai penyertaan modal negara kepada BRI dalam rangka Pembentukan Holding Ultra Mikro, Senin (13/9). Foto: Investor Daily/Nida Sahara

(kiri-kanan) Direktur Utama Pegadaian Kuswiyoto, Direktur Utama BRI Sunarso, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) RI Erick Thohir, dan Direktur Utama PNM Arief Mulyadi usai Penandatanganan Akta Inbreng Saham Pemerintah pada Pegadaian dan PNM sebagai penyertaan modal negara kepada BRI dalam rangka Pembentukan Holding Ultra Mikro, Senin (13/9). Foto: Investor Daily/Nida Sahara

Holding UMi Terbentuk, BRI Terima Pengalihan Saham Senilai Rp 54,7 Triliun

Senin, 13 September 2021 | 16:53 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (Persero) atau BRI menerima pengalihan saham negara senilai Rp54,7 triliun menyusul terbentuknya secara resmi holding ultra mikro (UMi).

Pembentukan  ditandai  penandatanganan Perjanjian Pengalihan Saham yang  dilakukan  Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN)  Erick Thohir dan  Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (Persero) Sunarso, Direktur Utama PT Pegadaian (Persero) Kuswiyoto, dan Direktur Utama PT PNM (Persero) Arief Mulyadi  di Jakarta, pada  Senin (13/9/2021).

Holding UMi melibatkan tiga entitas BUMN, yaitu PT Bank Rakyat Indonesia selaku induk holding, PT Pegadaian (Persero), dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM. 

Pengalihan saham Rp 54,7 triliun itu dilaksanakan berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 73 Tahun 2021 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara ke Dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Bank Rakyat Indonesia Tbk dan Keputusan Menteri Keuangan pada 16 Juli 2021 perihal Penetapan Nilai Penambahan Penyertaan Modal Negara kepada Modal Saham BRI.

Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara. Foto: IST
Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara. Foto: IST

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara  menyatakan,   Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) akan menjadi salah satu sektor dunia usaha,  yang memegang peranan luar biasa penting di dalam pemulihan ekonomi.

“Kalau pemulihan ekonomi kita didorong oleh usaha mikro, membuat yang mikro menjadi formal, menaruh dia di dalam konteks perbankan, memberikan dia pemberdayaan, maka naik kelasnya akan bisa lebih cepat,” kata Wamenkeu.

Ia menjelaskan perlu untuk melihat secara reguler bagaimana perkembangan dari usaha kecil dan usaha mikro yang mendapatkan pelayanan.

Hal itu sejalan dengan arahan dari Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) agar porsi pendanaan untuk kredit UMKM pada tahun 2024 adalah sedikitnya 30%.

“Tentu keinginan ini didasari oleh visi bahwa usaha mikro, usaha kecil menjadi tonggak dari dunia usaha kita. Jadi ini bukan cuma sekedar porsi-porsi kredit, tapi dunia usaha sektor riil yang memang besar, dunia usaha sektor riil kecil dan mikronya yang memang menjamur di mana-mana,” ujar dia.

Lebih lanjut dikatakan,  holding UMi lebih dari sekadar dari sisi financing dan transaksi antar bank, tetapi usaha mikro dan usaha kecil mendapatkan pendanaan dari perbankan. Harapannya, proses holding ultra mikro yang telah dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, serta prinsip tata kelola yang baik dapat berjalan dengan lancar.

“Perubahan itu dimengerti oleh SDM internal, perubahan dimengerti  seluruh stakeholder kita, pelayanan tidak terdisrupsi, dan kedepannya pemberdayaan tetap dijalankan karena usaha mikro itu sangat sangat membutuhkan pemberdayaan di titik yang tertentu dan kemudian kita terus melakukan monitoring dan evaluasi sesuai dengan arahan Bapak Menteri tadi, bunga lebih murah, colocation dijalankan, dan seterusnya,” kata Wamenkeu.

BRI, Pegadaian, dan PNM  terus bersinergi untuk mengawal dan memastikan seluruh proses integrasi dapat dilakukan sesuai rencana dan waktu yang telah ditetapkan. Salah satu bentuk sinergi yang dilakukan adalah dengan implementasi inisiatif colocation atau pemanfaatan jaringan bersama di 58 unit kerja BRI dengan target sebanyak 100 unit kerja colocation pada tahun 2021.

Inisiatif colocation memanfaatkan jaringan kerja BRI untuk dapat digunakan oleh Pegadaian dan PNM dalam bentuk sentra pelayanan ultra mikro.

Ia menyampaikan bahwa pembentukan holding ultra mikro diharapkan dapat mendorong stabilitas sistem keuangan Indonesia.

“Dengan adanya holding ultra mikro, kita berharap stabilitas sistem keuangan juga akan lebih baik. Kalau kita memasuki periode-periode sulit seperti periode krisis ini, maka nanti kita berharap holding ini dengan seluruh usahanya menjadi salah satu tonggak dari stabilitas sistem keuangan,” ujar Wamenkeu.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN